25 Sipil Penderita Sakit Kronis Dievakuasi dari Ghouta Timur
berita
Deana Lynn, perempuan asal Detroit, Michigan, beserta anak-anaknya serta pengungsi anak-anak lainnya berlindung dari gempuran pasukan udara rezim Suriah dan Rusia, di Ghouta Timur, Suriah, 11 Maret 2018. FOTO: AP/Deana Lynn
RILIS.ID, Ghouta Timur— Sebanyak 25 pasien dilaporkan telah dievakuasi dari Ghouta Timur pada Selasa (13/3/2018).

Berdasarkan laporan kantor berita Anadolu Agency di wilayah tersebut, Bulan Sabit Merah Suriah telah mengevakuasi 25 pasien yang menderita penyakit kronis di Ghouta Timur.

Evakuasi yang juga mencakup anak-anak dan perempuan tersebut terlaksana dalam kerangka kesepakatan antara Rusia dengan Jays al-Islam di bawah jaminan PBB.



Ketua dewan daerah Ghouta Timur Riyad Abdulaziz mengatakan, 25 orang telah dievakuasi. Jumlah sipil yang akan dievakuasi bisa bertambah, namun paling banyak hanya 35 hingga 40 orang.

"Peristiwa ini jangan dilihat sebagai 'warga sipil dievakuasi',” kata Abdulaziz.

Sementara itu, salah satu kelompok oposisi militer terbesar di kawasan tersebut, Jaysh al-Islam, melalui sebuah pernyataan tertulis mengatakan, telah mencapai kesepakatan untuk evakuasi pasien dari wilayah tersebut di bawah pengawasan PBB dan Rusia.

Meski Ghouta Timur telah ditetapkan sebagai zona de-eskalasi dalam kesepakatan Astana, Rezim Assad semakin memperketat blokade kawasan tersebut sejak April tahun lalu.

Rezim juga telah mengintensifkan serangan dalam beberapa bulan terakhir.

Ribuan pasien, termasuk anak-anak--di mana sebagian besarnya menderita kanker--menunggu untuk segera dievakuasi dari daerah yang tengah dilanda krisis kemanusiaan tersebut.

Sejumlah bayi, anak-anak dan pasien meregang nyawa karena tidak mendapatkan perawatan medis dan gizi yang memadai.

Komisi Penyelidikan Independen Internasional PBB untuk Suriah sebelumnya menyatakan, rezim Assad telah melakukan serangkaian kejahatan perang seperti menghalangi evakuasi medis, membuat rakyat kelaparan dan menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil di Ghouta Timur.

Sumber: Anadolu Agency

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Dunia

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari