5 Alasan Puan Maharani Tak Pantas Jadi Cawapres Jokowi
berita
Ilustrasi: RILIS.ID/Fafidz Faza
RILIS.ID, Jakarta— Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, digadang-gadang maju untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo  (Jokowi) dalam Pemlihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Namun, putri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, itu belum menyatakan kesediannya untuk mencalonkan sebagai RI 2. 

Meski demikian, banyak kalangan beranggapan duet Jokowi-Puan bakal mengalami kesulitan. Pasalnya, kedua figur tersebut merupakan kader PDIP bahkan Puan juga dinilai tak mampu untuk mendongkrak elektabilitas Jokowi.



Berikut 5 alasan Puan Maharani tak pantas jadi Cawapres Jokowi yang dihimpun rilis.id:

1. Parpol Pendukung Jokowi Protes
Pengamat politik dari Universitas Padjajaran, Bandung, Firman Manan menilai, duet Joko Widodo (Jokowi)-Puan Maharain bakal mengalami gejolak. Pasalnya, Parpol pengusung Jokowi juga sudah mengajukan nama calon wakil presiden.

"Probelm-nya (masalah) PDIP engga bisa maju sendiri harus berkoalisi Parpol lain kemudian yang maju dua-duanya kader. Ini akan mengalami kesulitan berkoalisi Parpol lain. Karena Parpol lain kan ikut menyodorkan cawapres masing-masing," ujar Firman.

2. Puan Tak Populer
Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai, popularitas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani masih belum banyak dikenal masyarakat.

“Karena sosok Puan ini belum dikenal luas publik. Selain itu, juga karena masih membawa trah Soekarno,” kata Wasisto.

3. Tak Mampu Dongkrak Elektabilitas Jokowi
Pengamat politik dari Universitas Padjajaran, Bandung, Firman Manan menilai, Joko Widodo (Jokowi) membutuhkan figur pendamping yang dapat menaikan elektabilitasnya. 

Menurutnya, figur Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Puan Maharani belum mampu mendongkrak elektabilitas Jokowi. 

"Perlu Cawapres menaikan elektabilitas Jokowi, lain hal kalau elektabilitas 70 persen akan lebih mudah siapapun Cawapresnya tidak terpengaruh," ujar Firman.

4. Puan Tak Favorit Jadi Cawapres
Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengatakan, jika hasil survei elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) di angka aman, maka Puan Maharani berpeluang mendampingi sebagai calon wakil presiden (Cawapres). 

Namun, faktanya di berbagai survei nama Puan masih tak unggul dari Cawapres lainnya. 

"Masih kalah jauh di bawah Cak Imin (Ketua Umum PKB) dan AHY (Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat)," katanya.

5. Tanpa PDIP, Jokowi Bisa Capres
Pengamat politik dari Universitas Padjajaran, Bandung, Firman Manan mengatakan, PDIP harus melakukan upaya keras untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas Puan Maharani bila ingin menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019. 

Pasalnya, Jokowi tanpa PDIP telah didukung 4 Parpol, yakni Partai Golkar, Partai NasDem, PPP, dan Partai Hanura sudah bisa mengusung mantan gubernur DKI Jakarta itu sebagai capres.

"Ini kan PDIP ngotot Cawapres-nya dari PDIP. Bisa saja akhinya diusung Parpol lain paling tidak ada 5 Parpol tanpa PDIP, 4 sisa itu bisa ngusung Jokowi, peluang menang pasti ada. Karena itu, perlu kerja keras PDIP mengusung Mba Puan jadi Cawapres Jokowi," katanya.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari