76 Guru Besar Kirim 'Surat Cinta' untuk Arief Hidayat
berita
FOTO: RILIS.ID/Ridwan
RILIS.ID, Jakarta— Sebanyak 76 guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mengirimkan surat dan makalah sebagai lampiran, kepada sembilan Hakim Konstitusi, dan tiga orang Dewan Etik Mahkamah Konstitusi (MK).

Surat tersebut diserahkan ke MK oleh pengajar Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera Bivitri Susanti, dan pengajar Fakultas Hukum Universitas Mataram, Widodo Dwi Putro, selaku perwakilan dari 76 guru besar.

"Surat yang kami tujukan itu sebenarnya ada 12 amplop, sembilan untuk hakim konstitusi, kemudian yang tiga kami tujukan sebagai tembusan ke tiga orang Dewan Etik," ujar Bivitri di Gedung MK Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Bivitri mengatakan, surat tersebut berupa imbauan moral kepada para hakim konstitusi, khususnya Ketua MK Arief Hidayat, terkait dua sanksi etik yang pernah dia terima selaku Ketua MK.

Selain surat, para guru besar juga melampirkan makalah berjudul "Etika, Budaya, dan Hukum", yang ditulis Prof. Satjipto Rahardjo. Almarhum Satjipto sendiri merupakan guru dari Arief Hidayat.

"Ini merupakan bentuk kepedulian para guru besar kepada koleganya, dan kekhawatiran mereka pada marwah Mahkamah Konstitusi," ujar Bivitri.

Terkait dengan makalah Satjipto yang dilampirkan, Widodo mengatakan, makalah itu menekankan etika dan moral lebih tinggi dibandingkan hukum, karena orang yang memahami hukum belum tentu yang mematuhi hukum tanpa etika.

"Hukum tanpa etika tidak layak disebut hukum, karena sama dengan pembusukan hukum," kata Widodo.

Lebih lanjut Bivitri mengatakan, surat tersebut diberikan karena para guru besar paham betul ketentuan undang-undang tidak bisa memaksa Arief untuk mundur dari jabatannya.

"Maka, surat ini memang lebih menyerupai imbauan moral untuk beliau (Arief Hidayat) untuk mundur," pungkas Bivitri.

Sumber: ANTARA

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari