Bupati Subang Bantah Gunakan Uang Suap untuk Dana Kampanye
berita
KPK Gelar Barang Bukti OTT Bupati Subang. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani
RILIS.ID, Jakarta— Bupati Subang Imas Aryumningsih menepis terima uang suap terkait perizinan pabrik yang digunakan untuk kepentingan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Pasalnya, ia merasa tidak pernah menerima uang suap dari pengusaha manapun.

"Tidak ada. Uang suapnya, uang suap yang mana? Saya belum menerima sepeser pun, apalagi dari Darta maupun siapa pun," kata Imas di gedung KPK, Kamis (15/2) malam.

Menurutnya, semua yang terkait kampanye sudah diurus timnya tersendiri. Ia tak tahu soal sangkaan menerima fasilitas terkait pencalonannya berupa baliho dan sewa mobil.

"Itu semua yang simpatisan, relawan, bukan ke saya saja, ke calon lain juga seperti itu. Ada pengusaha, ada keluarga, mem-branding mobil sendiri-sendiri, termasuk si Darta mem-branding foto saya. Mobilnya, mobil dia, dipakai dia, hanya ikut kampanye," tegasnya.

Terkait izin, menurutnya bukan di acc oleh dirinya. Ia mengaku hanya membuka pintu untuk semua investor yang ingin mendirikan tempat usaha di Subang.

"Bukan saya ACC, siapa pun investor yang mau masuk Subang, ya saya persilakan. Dan izin, bukan saya yang ngurus. Ada bidangnya, ada dinasnya yang terkait," tuturnya.

Akibat perbuatannya itu, Imas kemudian ditahan oleh KPK. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Imas ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK untuk 20 hari pertama. Penahanan Imas dilakukan untuk kepentingan penyidikan. 

"IA (Imas Aryumningsih) ditahan di Rutan KPK," ‎kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi. 

Selain Imas, KPK juga langsung menahan  Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Subang, Asep Santika, pengusaha Miftahhudin, dan Darta. 

Miftahhudin dan Asep ditahan di Rutan KPK, sementara Darta dititipkan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan. Mereka bertiga juga ditahan untuk 20 hari pertama. 

"Sedangkan D (Darta) dititipkan di Rutan Polres Mero Jakarta Selatan‎," tuturnya. 

Diketahui Imas ditetapkan sebagai tersangka bersama Miftahhudin, Data, dan Asep. Mereka berempat ditetapkan sebagai tersangka suap pengurusan perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Imas diduga menerima uang dari Miftahhudin.

Komitmen fee antara Imas dengan perantara suap sebesar Rp1,5 miliar. Sementara komitmen fee antara perantara suap Imas dengan pengusaha sebesar Rp4,5 miliar. Namun, saat operasi tangkap tangan, tim KPK hanya menyita Rp337,3 juta. 

Pemberian uang tersebut terkait dengan pengurusan perizinan pabrik di Pemkab Subang, yang diajukan dua perusahaan yaitu PT ASP dan PT PBM senilai Rp1,4 miliar.

Editor: Sukma Alam

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari