Buya Syafii: Ekonomi Pancasila Belum Terwujud
berita
FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri
RILIS.ID, Jakarta— Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Ahmad Syafii Maarif, menyebutkan, hingga saat ini perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum tercapai.

Lebih lanjut, laki-laki yang akrab dipanggil Buya Syafii Maarif itu mengatakan, sekalipun perbaikan dan kemajuan ekonomi terjadi di beberapa lini kehidupan masyarakat, namun ekonomi Pancasila belum terwujud.

"Agar jeritan keadilan sosial tidak lagi dirasakan berkepanjangan, maka kepekaan dan kesadaran negara, pengusaha, dan masyarakat dibutuhkan. Pengentasan ketimpangan sosial ekonomi perlu dipertajam sekarang dan untuk selamanya," pungkasnya di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Sementara itu, Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mendorong kebijakan pembangunan ekonomi yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip Pancasila. Tujuan utamanya, menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kebijakan pembangunan yang mengacu pada Pancasila, terutama dioperasionalisasikan dalam kebijakan ekonomi, harus dirumuskan," kata Ketua KEIN Sutrisno Bachir di Jakarta.

Wakil Ketua Komite dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan, cita-cita keadilan dan kemakmuran ekonomi Pancasila, sebenarnya telah tercermin dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Menurutnya, Konstitusi telah mengamanatkan target pembangunan untuk mewujudkan melalui kebijakan-kebijakan di bidang ekonomi.

"Untuk itu, semangat perwujudan ekonomi berdasarkan Pancasila harus menjadi acuan untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara" katanya.

Oleh karena itu, KEIN memandang perlunya memprakarsai kajian sistem ekonomi yang ideal bagi Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan sosial berdasarkan Pancasila.

Arif menjelaskan, rumusan ekonomi Pancasila yang dimaksud adalah sistem pengaturan hubungan antara negara dan warga negara, guna memajukan kemanusiaan, peradaban dan memperkuat persatuan nasional melalui proses usaha bersama atau gotong royong.

Editor: Intan Nirmala Sari


Tags
Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan Berita terkini setiap hari
contoh:nama@gmail.com