DJP Jamin Data Nasabah Tak Bocor
berita
FOTO: RILIS.ID/Nailin In Saroh
RILIS.ID, Jakarta— Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), meminta masyarakat untuk tak khawatir secara berlebihan, terkait lebijakan pelaporan transaksi kartu kredit ke pajak. Ini karena, pihaknya menjamin kerahasiaan data nasabah. 

"Kita imbau, agar tidak ada kekhawatiran, maka lapor pajak dengan benar. Kalau di rekening ada Rp2 miliar, tapi ternyata sudah membayar pajak, apa yang mesti dikhawatirkan," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2 Humas) DJP Hestu Yoga Saksama di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Pelaporan data transaksi kartu kredit, bertujuan mendeteksi praktik kecurangan pajak. Sekaligus, memermudah pelaksanaan penyampaian laporan informasi keuangan secara otomatis, untuk kepentingan perpajakan (Automatic Exchange of Information/AEoI).

"Data ini hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pajak, bukan untuk yang lain-lain dan tidak akan bocor," jelasnya.

Hestu memastikan, penggunaan data nasabah untuk kepentingan perpajakan, akan mengikuti standar global dan tidak bisa sembarang individu bisa mengakses informasi tersebut.

"Semuanya mengikuti standar dan sudah teruji aman. Data itu akan ada di ruangan antipeluru, analoginya seperti itu. CPU yang ada di kantor pajak pusat juga saling terhubung dan termonitor, sehingga bisa dilihat siapa yang mau ambil," ujar Direktur P2 Humas tersebut.

Untuk itu, ia mengharapkan Wajib Pajak melaksanakan kewajiban perpajakan dengan benar, karena keterbukaan informasi ini akan berlaku secara efektif di seluruh dunia.

Sebagai upaya untuk memulai era keterbukaan informasi ini, Direktorat Jenderal Pajak sudah meminta lembaga jasa keuangan untuk segera melapor kepada otoritas pajak paling cepat akhir Februari 2018.
 

Editor: Intan Nirmala Sari


Tags
Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan Berita terkini setiap hari
contoh:nama@gmail.com