Guru SF, Tersangka Penyebar Hoaks soal Azan Terancam Pasal Berlapis
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
RILIS.ID, Jakarta— Penyidik Subdit 1 Tindak Pidana Siber menangkap tersangka pelaku penyebaran berita bohong dan berkonten SARA melalui grup percakapan WhatsApp dan sosial media (medsos).

Kasubdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar, mengatakan, tersangka berinisial SF ditangkap polisi pada Rabu (21/2) di Way Kanan, Lampung.

"Telah ditangkap tersangka SF kemarin di Lampung," kata Kombes Irwan Anwar dalam pesan singkat, Kamis (22/2/2018).

SF yang berprofesi sebagai guru ini merupakan pemilik akun Facebook (Fb) bernama Sandi Sikumbang.

SF ditangkap karena mengunggah berita hoaks dan ujaran kebencian di akun Fb miliknya, yakni "Megawati minta pemerintah tiadakan adzan di masjid karena suaranya berisik" dan "Selamatkan anggota kami. Anggota PKI adalah anggota paling suci sedangkan Islam itu sesat".

Unggahan tersebut kemudian viral di medsos. Tak hanya di medsos, tersangka juga menyebarkan ujaran kebencian itu di grup percakapan WhatsApp.

Dari tersangka, disita sejumlah barang bukti yakni sebuah HP merk Evercross B 74 warna hitam abu-abu, sebuah kartu simpati 082269250583, dan sebuah salinan KTP.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, Pasal 45 A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Sumber: ANTARA

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Daerah

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari