Harga Gabah Tinggi Akibat Persaingan Penggilingan Padi Modern
berita
ILUSTRASI: Hafiz
TIDAK selamanya hukum ekonomi mencerminkan realitas di lapangan. Selama ini misalnya orang berasumsi kalau harga padi itu mahal penyebabnya pasti karena produksi menurun atau pasokan yang kurang. 

Kenyataannya tidak sesederhana itu. Ini bisa dibuktikan dengan harga gabah di tingkat petani yang sekarang harganya cukup tinggi mencapai Rp5.500 per kilogram dengan harga pembelian petani (HPP) yang dipatok pemerintah Rp3.300 per kilogram.

Untuk mengetahui apa penyebab harga gabah di tingkat petani cukup tinggi wartawan rilis.id, Yayat R Cipasang mewawancarai Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementerian Petanian Yasid Taufik saat panen raya di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, awal Januari lalu. 

Baca Juga

Selain dengan jabatan sekarang, Anda juga mendapat tugas tambahan dari Menteri Pertanian menjadi penanggung jawab upaya khusus (upsus) Boyolali dan Kendal, apa saja tugasnya?

Seluruh Boyolali dan Kendal saya kawal mulai dari proses penanaman, bagaimana percepatan penanaman hingga target-target luas tanam. Dan sekarang terihat hasilnya tinggal pemanenan untuk musim tanam bulan Oktober. 

Untuk Boyolali misalnya target yang ingin dicapai seperti apa?

Untuk di Boyolali target penanaman dan pemanenan itu di atas seluas 7.000 hektare. Tapi itu kan bertahap. Setiap bulan itu menanam secara bertahap di beberapa wilayah. Sekarang ini bulan Januari untuk Boyolali akan dipanen seluas 4.000 hektare. 

Apakah jenis benih yang ditanam itu seragam?

Enggak dong, beragam. Seperti IR4, ada Impari, kemudian Ciherang. Pokoknya, benih yang tahan terhadap hama.

Anda sendiri sebagai penanggung jawab pajale (padi, jagung dan kedelai) di Boyolali dan Kendal, seperti apa produktifitas jagung dan kedelai di sini?

Sampai bulan November lantaran curah hujan tidak begitu besar memang cocok  untuk tanaman jagung. Banyak juga areal di sini yang ditanami jagung walaupun saya perlu  membuka datanya. Tapi padi dan jagung pada Oktober dan November panen cukup besar.

Boyolali itu cocok untuk semua tanaman. Ketika musim kemarau areal bisa diversifikasi dengan jagung, kedelai, bawang merah dan cabai. Nah, ketika musim penghujan petani kembali fokus ke padi.

Apa harapan Anda setelah para petani melakukan panen ini?

Tentu, harapannya harga gabah di tingkat petani cukup tingggi sehingga memberikan kesejahteraan kepada mereka. Karena itu selain produktifitas petani juga harus terus meningkat pemerintah juga berkewajiban untuk terus memperjuangkan agar harga gabah meningkat pada harga yang wajar dan menguntungkan petani.

Harapan Anda terhadap Bulog?

Tentu Bulog itu sebagai penyangga pangan nasional seharusnya memang lembaga ini memiliki stok untuk mengamankan pangan nasional.  Karena Bulog fungsinya juga sebagai pengaman bagi masyarakat prasejahtera. Oleh karena itu ada stok Bulog yang digunakan untuk mereka yaitu beras sejahtera. 

Terkait keputusan Pemerintah yang melakukan impor beras di  saat para petani tengah musim panen, pendapat Anda?

Sebetulnya kita sangat bersyukur harga gabah di tingkat petani itu sekarang cukup tinggi sampai Rp5.500 per kilogram. Sementara HPP hanya Rp 3.300. Karena itu Bulog tidak memiliki ruang untuk membeli gabah milik petani karena harganya tinggi. Sementara yang bisa dilakukan Bulog apabila harga di tingkat petani di bawah Rp3.300 per kilogram. 

Lalu siapa yang beli gabah petani, swasta?

Nah, ini tentu bagus. Cuma jangan dianggap harga gabah yang tinggi di tingkat petani itu dipahami bahwa produksi padi pada posisi yang kurang. Artinya harga tinggi itu jangan diasumsikan sebagai akibat dari kelangakaan atau produksi yang kurang.

Mas lihat sendiri. Ini lagi panen di mana-mana. Kalau nanti keliling ikut sama saya petani ini tengah panen di mana-mana.

Apa penyebab harga gabah di tingkat petani cukup tinggi?

Pertama, karena kualitas gabah yang dihasilkan petani cukup bagus. Karena penanaman bulan Oktober curah hujan tidak begitu tinggi sehingga bulir beras itu sangat optimal. Kadar airnya rendah.  Sehingga produktifitasnya tingggi. Gabah saat dikonversi menjadi beras itu sangat tinggi.

Kedua, sekarang ini penggilingan-penggilingan padi itu sudah mewujud ke dalam bentuk kilang. Mengarah pada penggilingan padi modern dengan teknologi tingggi. Misalnya Tiga Pilar, Mercu Buana dan Lumbung Padi punya Pak Rahmat Gobel itu, padi sudah tidak dijemur lagi.

Padi dari sawah langsung dimasukkan oven kemudian langsung digiling dan jadi beras kualitas tinggi. Prosesnya sangat efisien. Karena banyak industri besar main di pengggilingan padi maka harga besar di tingkat petani jadi tinggi karena mereka bersaing untuk membeli gabang petani demi ketersedian stok. 


Tags
#Wawancara
#Kementan
#Beras
#Impor beras
#Panen raya
#Boyolali
Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Wawancara

Terkini

Dapatkan Berita terkini setiap hari
contoh:nama@gmail.com