​​Kementan Minta Pemda Tahan Laju Konversi Lahan Pertanian
berita
Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi (kemeja putih). FOTO: Humas Kementan
RILIS.ID, Muaro Jambi— Pemerintah daerah (Pemda) diminta menjaga terjadinya konversi tanah, agar lahan-lahan pertanian produktif tak beralih fungsi. Hal tersebut harus dilakukan, agar kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi.

"Alih fungsi lahan pasti terjadi. Namun, pemerintah harus bisa mengantisipasi melalui perluasan lahan dan menerbitkan Perda (Peraturan Daerah) untuk menghindari terjadinya konversi lahan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi, di Muaro Jambi, Jambi, Kamis (26/10/2017) malam.

Pada kesempatan sama, Agung sempat menyinggung soal jagung yang tengah digalakan Kementan, seperti di Muaro Jambi. Di daerah tersebut, sudah ditanam jagung di lahan seluas 120 hektare dari target 600 hektare pada tahap pertama. Rinciannya, 20 hektare jagung Bima dan 100 hektare lainnya URI sebagai pakan.

Selain itu, juga tengah dikembangkan perbenihan jagung hibrida Nasa 29  dan jagung hibrida JH27 masing-masing 2 hektare serta jagung komposit varietas Sukaraga 3 hektare. 

Seluruh varietas adaptif dengan lahan suboptimal dan pasang-surut. Diyakini penanaman jagung prospektif, karena turut didampingi Badan Pengkajian Teknologi Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPTP Balitbangtan) Jambi.

Untuk memotivasi masyarakat menanam jagung, pada masa mendatang bakal dibangun pabrik pengolahan oleh swasta serta kemitraan usaha, seperti inti plasma. Kemudian, akan dibangun peternakan pengemukan sapi dengan konsep bioindustri untuk memberikan nilai tambah.

Nantinya, sambung Agung, akan dibangun perbenihan jagung unggul varietas willis Balitbangtan dengan fasilitas pendukung di lahan seluas 70 hektare. "Sehingga, brangkasan jagung bisa digunakan sebagai bahan pakan sapi dan kotorannya dijadikan pupuk kandang. Sehingga, tidak ada yang terbuang," bebernya.

Di sisi lain, Agung juga sempat mengajak masyarakat melaksanakan diversifikasi pangan dengan mengurangi konsumsi beras, lantaran konsumsi dalam negeri masih tinggi, 113 kilogram per kapita. "Padahal, negara lain, seperti Thailand, hanya 80 kilogram per kapita," tandasnya didampingi rombongan Komisi IV DPR yang dipimpin Ketua Edhy Prabowo.


Tags
#Kementan
#BKP Kementan
#Agung Hendriadi
#Konversi Lahan
#Jagung
#Jambi
Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan Berita terkini setiap hari
contoh:nama@gmail.com