​Lindungi Petani, Ini Usul Eks Mentan untuk Bulog
berita
Ilustrasi petani sedang memanen. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik
RILIS.ID, Jakarta— Mantan Menteri Pertanian, Bungaran Saragih, mendorong Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) segera membeli gabah petani. Jika tidak, kerugian akan menimpa "pahlawan pangan".

"Supaya harga petani jangan turun, Bulog harus bermain cepat melakukan pembelian. Coba lihat datanya, di wilayah mana saja yang segera panen bersiap di situ," ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.

Bungaran juga mendorong Bulog mengevaluasi target impor 500 ribu ton, mengingat harga di tingkat petani mulai menurun. "Jadi, Bulog laksanakan saja tugasnya," jelasnya.

Peraih doktor ekonomi North Carolina State University ini menyarankan demikian, lantaran harga dipengaruhi dua faktor. Pertama, impor beras yang akan masuk. "Kedua, pengaruh daripada panen raya," kata Bungaran.

"Jadi, kala panen naik dan impor masuk, harga beras dan padi (gabah, red) turun. Jadi, ini soal timing saja," imbuhnya.

Apalagi, terang Bungaran, petani umumnya menjual gabah, bukan beras. Akibatnya, kala panen raya dan impor belum sepenuhnya masuk akan menjadi dalih pedagang atau penggilingan belum mau buru-buru beli gabah petani dan mempertahankan stoknya.

"Namanya pedagang, kan, pasti hitung untung-rugi. Makanya, kita jangan andalkan pedagang, tapi pemerintah. Pemerintah masuk ke dalamnya. Bulog ini walau sendirian dengan stok di bawah 10 persen saja, sebenarnya sudah bisa berpengaruh ke harga," terang jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Bungaran menambahkan, gabah petani tak langsung didistribusikan ke konsumen, melainkan diolah menjadi beras. Lalu, dibawa ke kota dan membutuhkan waktu. "Jadi, soal timing saja, di mana kecenderungannya nanti akan merugikan petani," tandasnya.

Editor: Intan Nirmala Sari

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari