Payah, Dana Riset Indonesia Masih Tergantung APBN
berita
Wakil Ketua Komosi VII DPR Satya Widya Yudha (kedua dari kiri). FOTO: Humas DPR
RILIS.ID, Jakarta— Dana riset Indonesia hanya 0,08 persen dari produk domestik bruto (PDB). Tentu sangat kecil dibandingkan China yang mencapai 1,5 persen dan Korea 3,4 persen dari PDB. 

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha dalam keterangan yang diterima rilis.id, Kamis (15/2/2018).

"Bahkan, 80 persen dana riset dan penelitian kita masih bertumpu pada pembiyaan APBN. Kita perlu mendorong keterlibatan swasta dalam riset dan penelitian sebagai prasyarat dukungan tercapainya Innovation Driven Economy (IDE). Berbeda dengan Korea Selatan, di mana 80 persen risetnya didanai dan dilaksanakan oleh swasta, terutama industri," kata Satya.

Menurut Satya, di Indonesia pengembangan riset dan penelitian belum mendapat tempat prioritas. Ini terendah di negara-negara ASEAN. 

"Kecilnya dana riset ini, tidak memiliki daya dorong untuk menghasilkan IPTEK untuk mendukung IDE,” tambah Satya yang juga Ketua Dewan Pakar Ikatan Alumni  ITS ini.

"Idealnya, swasta harus lebih banyak terlibat dalam riset. Dana riset kita tahun 2017 hanya Rp 24 triliun (APBN dan swasta). Bandingkan dengan Malaysia, 52 persen dana riset dari swasta. Yang, penting harus menghilangkan ego sektoral,” tamah anggota DPR dari Dapil Jatim IX ini. 

Sementara itu, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek RI Jumain Appe menyampaikan, riset dan penelitian harus menjadi basis pengembangan Iptek di masa depan dengan melibatkan semua stakeholders, termasuk swasta. 

“Semua proses penelitian harus mengarah ke proses hilirisasi, harus ada implementasi dalam penelitian. Diperlukan sinkronisasi lintas sektoral mengingat posisi strategis riset yang menyentuh secara langsung setiap sektor pembangunan nasional,” papar Jumain.

Ia berharap dukungan dari Komisi VII DPR dalam rangka hak budgeting untuk memperbesar porsi anggaran riset dan penelitian dalam APBN. Selain itu, juga mendorong peran serta industri dalam mengembangan hilirisasi riset dan penelitian di sektor-sektor strategis nasional.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari