Petani Lumajang 'Enjoy' Bertani
berita
FOTO: Humas Kementan
RILIS.ID, Lumajang— Kepala Dinas Pertanian Lumajang, Paiman, mengakui, berbagai program yang digulirkan Kementerian Pertanian (Kementan) berdampak positif terhadap kinerja petani. Mereka kian menikmati dalam bercocok tanam.

"Petani saat ini benar-benar enjoy bertanam padi. Selain pendampingan Babinsa dan gerakan Upsus, berbagai sarana produksi pertanian, alsintan dan jaringan infrastruktur yang dipenuhi pemerintah serta anggaran APBN yang meningkat lebih dari lima kali lipat, benar-benar dirasakan oleh petani," ujarnya dalam siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Hal tersebut tercermin dalam berbagai hal, Misalnya, produksi padi Lumajang hingga November 2017 mencapai 464.032 hektare dengan rata-rata produktivitas 6,11 ton per hektare. Produksi tersebut meningkat 15,24 persen dibanding 2014.

Baca Juga

Ditaksir total gabah hingga pengujung tahun menembus 495.696 ton gabah kering giling setara 267.522 ton beras. Dengan populasi penduduk 1,03 juta jiwa dan asumsi tingkat konsumsi rata-rata 92,5 kilogram per kapita per tahun, kebutuhan konsumsi masyarakat setempat 95.921 ton beras. Artinya, suprlus 171.601 ton (64 persen).

Ketua Kelompok Tani Krajan Tani Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Samsul Arifin, membenarkan pernyataan Paiman. Tak heran bila hasil produksi musim ini cukup bagus, meski di musim hujan.

Dia menambahkan, dirinya kian bersemangat, lantaran harga di tingkat petani cukup tinggi. Yakni, rerata Rp4.800 gabah kering panen per kilogram. "Terima kasih kami kepada pemerintah. Harga ini cukup bagus untuk kami para petani," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan, Suwandi, mengapresiasi Dinas Pertanian Lumajang. Soalnya, memanfaatkan tenaga internal secara swadaya serta melibatkan PPL, Babinsa, dan poktan dalam menerapkan digitalisasi pemetaan lahan padi.

"Data ini sangat penting dan dibutuhkan. Beberapa kabupaten kini sedang meniru langkah kreatif Kabupaten Lumajang ini," tandasnya.

Distan Lumajang menerapkan digitalisasi pemetaan lahan padi dalam beberapa waktu terakhir dan rampung sejak 2016 silam di 175 desa di 20 kecamatan. Sistem tersebut mendata nama dan alamat (by name, by address) melalui teknologi citra satelit.


Tags
#Kementan
#Suwandi
#Lumajang
#Padi
Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan Berita terkini setiap hari
contoh:nama@gmail.com