Pola Pikir Mahasiswa Pengaruhi Perusahaan Perintis
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia Asep Saefuddin mengatakan, sulitnya kemajuan perusahaan perintis atau startup dipengaruhi oleh pola pikir lulusan perguruan tinggi (PT). Menurutnya, lulusan perguruan tinggi seharusnya menjadi penggerak dan tidak lagi menjadi pengikut. Apalagi kehidupan digital telah masuk ke setiap lini kehidupan, baik sosial, ekonomi, politik, dan pendidikan.

"Jangan sampai kita malah menjadi konsumen utama di era digital ini. Di sinilah para sivitas akademika harus terbuka dengan perubahan zaman. Kita harus siap dengan paradigma baru di era disrupsi," katanya di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Untuk itu, Asep menilai, perlu adanya upaya sistemik untuk mengubah pola pikir mahasiswa. Mulai dari kurikulum perkuliahan sampai lulus seharusnya mahasiswa dibekali dengan ilmu yang mendukung era terkini. "Maka para mahasiswa memiliki perusahaan rintisannya sendiri", ujar Asep.

Disamping itu, pemerintah harus memertimbangkan kemudahan berbisnis bagi startup. Saat ini birokrasi masih menjadi kendala utama perkembangan perusahaan rintisan atau startup di Tanah Air.

"Tantangan utama perusahaan rintisan di Tanah Air masih soal birokasi yang ribet. Begitu ada ide, ditanya dulu, laporannya bagaimana, dan sebagainya," ucap Asep 

Asep menyebut, sulit mengubah pola pikir Indonesia, padahal bagi perusahaan rintisan bisa langsung ke tahap investasi. "Tidak mudah untuk mengubah pola pikir di Tanah Air," katanya.

Dia pun mengatakan, aspek pendanaan menjadi penghalang startup. Karena, perbankan masih menerapkan pola lama dan tidak mudah memberikan bantuan pada perusahaan rintisan.

"Seharusnya bank memberikan kemudahan terutama bagi perusahaan rintisan yang saat ini sedang berkembang," kata Rektor Universitas Al Azhar Indonesia itu.

Sumber: ANTARA

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Muda

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari