Punya 12 Juta Ton Sumber Ikan, Prasarana Pelabuhan Perlu Ditingkatkan
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza
RILIS.ID, Jakarta— Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda mengatakan, meski pelaku industri di Indonesia termasuk dirinya masuk dalam katagori mikro, tapi industri perikanan di Indonesia tercatat cukup besar di dunia.

"Kita itu punya 12 juta ton sumber ikan lestari," kata Risyanto kepada wartawan di Kantor Kemenkominfo, di Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Menurutnya, untuk menunjang kompetisi di dunia, sangat penting membangun prasarana pelabuhan. Perindo sendiri diamanahkan oleh pemerintah untuk mengelola sepenuhnya industri perikanan Indonesia.

"Sekarang ini kami baru mengelola enam pelabuhan ikan, diantaranya pelabuhan Belawan, Pekalongan dan Prigi," tuturnya.

Untuk menggerakkan industri perdagangan lebih baik lagi ke depannya, Perindo pun akan berkonsentrasi pada proses penangkapan dan perdaganagn ikan. Disamping itu, mengembangkan budidaya udang paname.

"Sekarang lini usaha kami selain enam pelabuhan ada juga jasa tambah labuh, terus pemanfaatan lahan untuk tambak udang 110 hektar dan ditambah pabrik pakan ikan dan udang," jelas Risyanto.

Risyanto menyebut, dalam hal perdagangan ikan, dia secara langsung membeli dari nelayan dan pedagang ikan. Lalu mendistribusikan hasil pembelian tersebut ke pusat-pusat konsumsi ikan.

"Ini volumenya sangat besar, kami punya enam cabang dan 23 unit kerja. Pulau terluar juga kami hadir disana. Untuk produksi 2014 1,6 ribu ton atau Rp28,5 m miliar. 2017 kita sudah produksi 25 ribu ton atau Rp445 miliar. Dan target kita di 2018 ada 50 ribu ton atau Rp900 miliar, dan bahkan target kami di 2021 itu 250 ribu ton atau setara Rp4 triliun," imbuhnya.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari