Tolak Sirkus Lumba-lumba Berkedok Edukasi, Koalisi: Itu Persekongkolan Jahat Pebisnis
berita
FOTO: Instagram.com/@stopsirkuslumba
RILIS.ID, Pontianak— Koalisi Khatulistiwa Biru menyesalkan izin yang dikeluarkan pemerintah untuk sirkus keliling lumba-lumba di Paradis-Q Water Park, Kubu Raya, 15 Februari hingga 18 Maret 2018. 

Gabungan LSM, akademisi, dokter hewan, mahasiswa dan jurnalis ini menilai sirkus lumba-lumba tak lebih dari sebuah persekongkolan jahat para pebisnis berkedok edukasi.

"Alih-alih mendidik, menghibur pun tidak. Sirkus lumba-lumba keliling ini lebih mencerminkan penganiayaan keji terhadap satwa," kata Wahyu Putra dari Yayasan Titian Lestari di Pontianak, Rabu (14/2/2018).

Baca Juga

Menurutnya, ini upaya pembodohan yang didesain sedemikian rupa sehingga kesannya seakan-akan bermanfaat bagi dunia pendidikan dan konservasi.

Koordinator Koalisi Khatulistiwa Biru ini mengatakan, pemerintah di seluruh dunia telah menolak sirkus lumba-lumba keliling dan satu-satunya negara yang masih mengizinkan sirkus semacam ini adalah Indonesia.

“Padahal Indonesia adalah sebuah negara dengan pusat keragaman biota laut dunia. Ironisnya, Indonesia juga menjadi satu-satunya negara yang masih melegalkan atraksi keliling lumba-lumba,” jelas Wahyu.

Dia menjelaskan, sirkus lumba-lumba keliling ini telah mengabaikan konsep “lima kebebasan” (five of freedom) dalam animal welfare.

Sementara itu, drh Maulid Dio menambahkan kondisi di atas bertolak belakang dengan perilaku normal di habitatnya sendiri di mana lumba-lumba selalu mencari makanannya secara mandiri tanpa harus meminta-minta. 

“Artinya, perlakuan terhadap mamalia laut ini sudah jelas mengabaikan animal welfare,” tegas Dio.

Dalam proses pengangkutan, lumba-lumba diangkut menggunakan pesawat udara. Mamalia laut ini diletakkan di bagasi pesawat dan bukan dalam kabin. Kondisi tersebut berpotensi mengalami pecahnya pembuluh darah paru-paru dan organ dalam telinga yang disebabkan oleh perbedaan tekanan atmosfer di habitat alaminya (di bawah laut) dengan atmosfer di ketinggian udara,” urai Dio.

Menyikapi kondisi tersebut, Ega Tiara dari Mapala Universitas Tanjungpura Pontianak mendesak pemerintah di semua tingkatan untuk segera mencabut izin pelaksanaan sirkus lumba-lumba keliling di Paradis-Q Water Park Kubu Raya. 

“Aneh saja, pelanggarannya sudah di depan mata tapi izinnya masih dikeluarkan,” tegasnya.

Ega juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk dapat menahan diri dan tidak datang menonton sirkus yang penuh dengan atraksi kekejaman itu.


Tags
Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Daerah

Terkini

Dapatkan Berita terkini setiap hari
contoh:nama@gmail.com