BEM UI Beberkan Alasan Ganjar Jokowi Kartu Kuning
berita
ILUSTRASI: RILSI.ID/Hafidz Faza
RILIS.ID, Jakarta— Kartu kuning dan bunyi semprit menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo, di Universitas Indonesia (UI) Depok, Jumat pagi (2/2/2018). Bahkan, semprit kembali berbunyi saat Jokowi mengakhiri sambutannya dalam Dies Natalies ke-68 UI.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Zaadit Taqwa mengatakan, hal itu dilakukannya karena berbagai masalah dianggap tidak kunjung rampung di bawah rezim Jokowi. Dia menilai pemerintah tidak bisa menyelesaikan beberapa permasalahan yang terjadi di Tanah Air. 

"Pemberian kartu kuning yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, bermaksud untuk memberi peringatan Presiden karena masih banyak isu yang membuat masyarakat resah atas kondisi Indonesia," kata Zaadit saat dikonfirmasi rilis.id, Jumat (2/2/2018).

Beberapa masalah teranyar yang menurutnya belum selesaikan antara lain, gizi buruk yang menimpa Kabupaten Amsat, Papua. Isu penghidupan dwifungsi Polri dan pengekangan kebebasan organisasasi mahasiswa.

Baca: Diganjar 'Kartu Kuning' Ketua BEM UI, Ini Respons Jokowi

Dia menyebut, keresahan mahasiswa tidak sembarangan. Hal ini berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyebutkan, terdapat 646 anak terkena wabah campak dan 144 anak menderita gizi buruk di Asmat. 

Belum selesai urusan gizi, isu penghidupan dwifungsi Polri pun turut meresahkan masyarakat. Dwifungsi ini terlihat dari maraknya wacana soal penunjukan Asisten Operasi Kapolri Irjen Mochamad Iriawan sebagai Plt Gubernur Jawa Barat dan Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin sebagai Plt Gubernur Sumatera Utara. "Ini menciderai netralitas Polri," tegasnya.

Zaadit melanjutkan, untuk pengekangan kebebesan mahasiswa sangat terlihat dari adanya draft peraturan baru untuk organisasi mahasiswa. Dia menganggap hal ini mengancam kebebasan berorganisasi dan nalar kritis mahasiswa.

 “Isu gizi buruk di Asmat, dwifungsi Polri/TNI, dan peraturan baru Ormawa merupakan isu yang mengkhawatirkan bagi masyarakat Indonesia di penutup 2017 dan awal 2018. Sudah seharusnya Presiden Joko Widodo diberi peringatan untuk melakukan evaluasi di tahun keempatnya” papar Zaadit.

Sebelumnya, Aliansi gerakan yang terdiri dari BEM UI, BEM FKM UI, BEM Psikologi UI, BEM FF UI, BEM FIB UI, BEM FMIPA UI, BEM FKG UI, BEM FIA UI, BEM Fasilkom UI, dan BEM Vokasi UI mengadakan aksi menyambut kedatangan Presiden Jokowi saat berkunjung ke UI dalam rangka memberikan sambutan pada acara Dies Natalies UI yang ke-68. 

Di depan Stasiun UI, mereka menyambut melaui aksi freeze mob sembari membawa berbagai simbol peluit dan kartu kuning.

Editor: Elvi R


Tags
Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Muda

Terkini

Dapatkan Berita terkini setiap hari
contoh:nama@gmail.com