Adam Malik Pernah Kurung Wartawan, Setelah Itu...
berita
Adam Malik pada Sidang Umum PBB 21 September 1971. FOTO: unmultimedia.org
SUATU hari Wakil Presiden Adam Malik pernah mengurung wartawan dalam sebuah ruangan. Setelah semua wartawan yang sudah lama menunggu masuk, pintu pun dikunci sangat rapat.

"Ayo siapa yang mau bertanya tanyakan apa saja!" kata Adam Malik.

Mendapat kesempatan tersebut puluhan wartawan yang sedari awal ingin bertanya tentang sejumlah isu mutakhir pada zamannya, langsung bertanya. Semua pertanyaan dan komentar wartawan dijawab secara gamblang tanpa tendeng aling-aling. Mereka sangat senang mendapat berita sangat bagus dan sudah dipastikan bakal menjadi headline.



"Ayo, masih ada lagi pertanyaan?" tantang Adam Malik setelah hampir dua jam di ruangan. "Kalau sudah saya akhiri, tapi semua yang saja jelaskan itu of the record ya," ujar Adam Malik ngeloyor seperti tanpa berdosa.

Tuing! Puluhan wartawan di dalam ruangan itu lemas. Kesal campur ingin tertawa menyatu. Tak bisa dijelaskan.

Itulah salah satu cerita tentang Adam Malik yang juga pendiri LKBN Antara ini. Namun sang Pahlawan Nasional sempat diterpa isu tak sedap. Adam Malik disebut-sebut sebagai agen Dinas Rahasia Amerika Serikat (CIA).

Isu tak sedap itu terungkap belakangan berdasarkan wawancara wartawan The New York Times, Tim Weiner, dengan perwira CIA Clyde McAvoy yang kemudian dituangkan dalam bagian buku Legacy of Ashes, History of the CIA (Membongkar Kegagalan CIA).

"Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik," ujar Clyde McAvoy dalam wawancara tahun 2005. McAvoy mengaku bertemu dengan Adam Malik di Jakarta pada 1964 di sebuah tempat yang dirahasiakan.

Wakil Presiden Amerika Serikat Hubert H Humprey dalam sebuah kesempatan juga mengaku mengenal Adam Malik selama bertahun-tahun. Kemudian Dubes AS di Jakarta Marshall Green juga memuji Adam Malik sebagai salah satu orang terpintar yang pernah dia temui.

Tim Weiner seperti disitat dari Kompas.com menyebut, setelah Adam Malik direkrut Clyde McAvoy menjadi agen CIA, ia berperan menggulingkan Soekarno dan menumpas PKI. CIA pun membentuk trio yang kelak berkuasa pascatumbangnya Soekarno, yakni Adam Malik, Sultan Hamenglubuwono IX dan Soeharto.

Terlepas dari kontroversi serta tuduhan yang dialamatkan kepada Adam Malik itu dianggap tidak fair  karena si Kancil ini sudah meninggal dunia sehingga tidak bisa melakukan pembelaan serta tidak ada bukti dokumen yang kuat.

Almarhum sejarawan UGM Taufik Abdullah ketika kontroversi terjadi sempat menyangkal tuduhan yang dialamatkan kepada Adam Malik. Adam Malik menurut Taufik merupakan salah satu pengikut gaya hidup Tan Malaka dan seorang murid Soekarno. Sejak belasan tahun sudah ikut berjuang dalam perang memperebutkan kemerdekaan. Setelah tamat sekolah agama di Padang, lalau merantau ke tanah Jawa, membiayai sekolah sendiri hingga bisa mendirikan Kantor Berita Antara.

Adam Malik juga termasuk tokoh pemuda dalam gerakan proklamasi dan salah satu tokoh pemuda yang mendesak Soekarno untuk segera menproklamirkan kemerdekaan bersama Sukarni, Chaerul Saleh dan Wikana. Ia tetap menjadi golongan kiri seperti Tan Malaka dan bukan bagian dari Sjahrir.

Adam Malik yang memiliki nama lengkap Adam Malik Batubara lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 22 Juli 1917 dan meninggal dunia di Bandung, Jawa Barat, 5 September 1984 pada usia 67 tahun. Sebelum menjadi Dubes RI di Moskow dan menjadi Menlu serta Wakil Presiden, Adam Malik merintis profesi wartawan dengan mendirikan Kantor Berita Antara bersama Soemanang, Sipahutar, Armijn Pane, Abdul Hakim dan Pandu Kartawiguna. Saat itu usia Adam Malik masih 20 tahun.

Untuk mengenang kiprahnya dalam dunia diplomatik, Kementerian Luar Negeri saban tahun menganugerahkan Adam Malik Awards kepada media yang berkontribusi dalam upaya diplomasi dan politik luar negeri Indonesia.

Tentu ungkapannya yang sangat populer saat menjadi Menlu, "semua bisa diatur", sampai sekarang masih menjadi praktik umum di masyarakat Indonesia.

Kontroversi hilang dengan sendirinya karena Adam Malik begitu banyak jasanya kepada negeri ini.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Inspirasi

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari