Balitbangtan Rakit Calon VUB Kedelai Edamame
berita
FOTO: Humas Balitbangtan
RILIS.ID, Jakarta— Permintaan dari dalam negeri atau luar negeri terhadap kedelai edamame segar cukup tinggi. Pada 2019 permintaan Jepang untuk Indonesia mencapai 75 ribu ton, sementara yang terpenuhi sekitar 5 ribu ton atau 6,7 persen.

Untuk memenuhi ketersediaan benih yang cukup dan berkualitas, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tengah merakit calon varietas unggul baru (VUB) kedelai edamame yang diberi nama Biomax 1 dan Biomax 2. Kelebihan calon VUB tersebut terletak pada produktivitas yang lebih tinggi.

Jika dideskripsikan, Biomax 1 memiliki produktivitas polong muda 10,50-14,38 ton per hektare, ukuran biji lebih besar dengan rincian 37,94-43,14 gram per 100 biji, serta memiliki batang yang lebih kokoh dengan diameter batang 6-8,27 cm. Selain itu, Biomax 1 juga didukung oleh beberapa karakter agronomis berupa postur tanaman lebih tinggi dan jumlah buku subur lebih banyak.

Tidak jauh berbeda dengan Biomax 1, Biomax 2 memiliki produktivitas polong muda 10,83-19,56 ton per haktare, ukuran biji lebih besar dengan rincian 41,68-43,62 gram/100 biji, serta memiliki postur tanaman lebih tinggi, jumlah buku subur, dan cabang produktif lebih banyak.

Peneliti Balitbangtan, Dr Asadi mengatakan kedua calon VUB ini telah melalui tahap uji keunggulan dan uji kebenaran. Berdasarkan hasil uji keunggulan bersama 4 galur edamame lain, Biomax 1 dan Biomax 2 memiliki keunggulan tersendiri sehingga berpeluang untuk didaftar sebagai varietas edamame.

“Diharapkan kedua calon varietas ini segera dapat didaftar dan memiliki tanda daftar resmi dari pemerintah, sehingga secara legal benihnya dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh petani maupun pengusaha,” ujar Asadi di Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen), Kamis (24/9/2020).

Asadi menambahkan, dengan tersedianya benih unggul varietas kedelai edamame, akan membuka peluang bagi pengguna baik petani maupun pihak swasta (perusahaan perkebunan edamame) untuk mengembangkannya, sehingga dapat berdampak kepada meningkatnya luas pertanaman, produksi, serta pendapatan petani dan pengusaha yang akhirnya juga berdampak kepada meningkatnya devisa negara.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari