Banyak Ulama Akan Diajak Gabung ke Tim Prabowo-Sandiaga
berita
Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, mengatakan empat parpol koalisi bakal memasukan banyak nama ulama dalam Tim Pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Tim Pemenangan kami akan mengajak banyak ulama dan tokoh-tokoh agama serta tokoh masyarakat," kata Fadli di kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Dia mengatakan, Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga juga mengajak kalangan tokoh buruh, tani, nelayan serta berbagai elemen agar masing-masing elemen bergerak maksimal.

Menurut dia, dalam beberapa hari ini, empat parpol koalisi akan segera bertemu untuk melengkapi dan menyempurnakan Tim Pemenangan.

"Karena tadi saja Partai Demokrat bergabung, nanti bersama-sama tim digabung menjadi satu konfigurasi yang kuat," ujarnya.

Fadli mengatakan, terkait ketua tim pemenangan akan dibicarakan secara musyawarah dengan empat parpol koalisi dengan mempertimbangkan latar belakang keahlian masing-masing.

Namun, Fadli enggan membeberkan nama-nama kader Gerindra yang masuk dalam Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga, karena akan diumumkan di waktu yang tepat.

Terkait dengan kontestasi pilpres nanti, kata pengamat politik Madjid Politika, Yandi Hermawandi, tampaknya akan berjalan lebih adem dibanding sebelumnya.

"Hal ini karena melihat komposisi calon wakil presiden dari kedua belah kubu yang akan berkompetisi dalam hajatan lima tahunan tersebut," katanya.

Presiden Joko Widodo telah memilih Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presidennnya. Sedangkan, Prabowo Subianto memilih Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga pengusaha Sandiaga Uno.

"Dengan melihat komposisi di atas, jelas tidak akan ada perdebatan dualisme Islam seperti menjelang masa-masa penutupan pendaftaran kemarin. Tarik ulur antara ulama GNPF pendukung Prabowo dengan ulama NU di pihak Jokowi," ujarnya.

Menurut dia, faktor keulamaan dari KH Ma'ruf Amin yang merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia juga turut menjadi pendingin situasi, karena ulama disegani oleh masyarakat.

Selain itu, Ia mengatakan, pilihan Prabowo untuk tidak menggandeng ulama lainnya sebagai cawapresnya juga turut mendukung tidak terjadinya perpecahan di kalangan Islam.

Sebab, apabila Prabowo juga memilih calon wakil presiden dari kalangan Ulama, hal ini justru akan memicu semakin panasnya suasana dan memecah kalangan Islam.

"Perdebatan mengenai perbedaan prakteik keislaman yang selama ini ada akan semakin tajam. Selama inikan bersifat laten jika berada di panggung politik," ucapnya.

Sumber: ANTARA

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari