Bijaksana Menggunakan Pestisida Kimia
berita
Petani sedang menyemprotkan pestisida kimia. FOTO: Humas Balitbangtan
RILIS.ID, Jakarta — Tidak dipungkiri, peran pestisida kimia dalam mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sangat penting. Aplikasinya yang mudah dan keefektifannya yang tinggi disukai oleh petani meskipun harganya mahal. Namun demikian, lambat laun resiko penggunaan pestisida kimia mulai nampak terhadap ekosistem pertanian kita. Adanya resistensi, resurgensi dan matinya jasad bukan sasaran mengakibatkan ledakan hama/penyakit yang dapat menyebabkan gagal panen/puso. 

Resistensi adalah respon OPT lebih tahan/kebal terhadap golongan bahan aktif tertentu. Hal ini diakibatkan penggunaan jenis bahan aktif pestisida yang diaplikasikan secara terus menerus. Golongan hama dan patogen (penyebab penyakit pada tanaman) akan beradaptasi sehingga menghasilkan keturunannya yang tahan terhadap pestisida tersebut. Ini merupakan bentuk pertahanan dirinya untuk kelestarian/keberlanjutan hidup kelompoknya dalam suatu ekosistem. Penggunaan dosis yang tidak tepat (kurang/lebih) dari dosis anjuran juga dapat mengakibatkan terjadinya resistensi.

Selanjutnya, resurgensi adalah meningkatnya populasi hama setelah aplikasi pestisida. Mengapa ini bisa terjadi? Beberapa golongan senyawa kimia pada bahan aktif pestisida dapat memicu perkembangan hama lebih banyak seperti memicu hama untuk menghasilkan telur lebih banyak dan memperpendek siklus hidup hama.

Adapun matinya jasad bukan sasaran adalah matinya makhluk hidup lain seperti musuh alami termasuk agens hayati yang berperan langsung mengendalikan hama dan patogen maupun yang berperan dalam membentuk ketahanan tanaman dan kesuburan tanah. Hal ini lebih sering terjadi pada pestisida kimia yang memiliki spektrum luas dalam pengendalian OPT.

Resiko lainnya dalam penggunaan pestisida adalah adanya bahan racun yang terakumulasi dalam produk pertanian kita. Bahan racun tersebut sebagian mengandung karsinogenik yang memicu timbulnya kanker dan penyakit degeneratif lainnya.

Mengulas resiko pestisida kimia di atas mungkin timbul pertanyaan “HARUSKAH KITA BERHENTI MENGGUNAAN PESTISIDA KIMIA?”. Tentu saja jawabannya adalah “TIDAK” pada kondisi pertanian konvensional. Walau bagaimanapun kehilangan hasil karena gangguan OPT harus ditekan agar usahatani kita dapat menghasilkan dan menguntungkan. Oleh karenanya, pestisida kimia dapat digunakan jika sudah diperlukan dan dengan cara yang bijaksana. 

Kapan pestisida kimia dapat digunakan?

Pestisida kimia dapat digunakan jika populasi hama dan intensitas kerusakan tanaman telah mencapai ambang pengendalian. Informasi mengenai ambang pengendalian pada setiap jenis hama atau penyakit dapat ditanyakan pada Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) setempat.

Lantas, bagaimana cara bijak menggunakan pestisida kimia?

Penggunaan pestisida kimia harus memenuhi 6 tepat yaitu tepat sasaran, jenis pestisida, dosis dan konsentrasi, cara aplikasi, waktu aplikasi dan mutu. Mari kita bahas satu persatu maksud dari 6 tepat tersebut:

Tepat sasaran
Tepat sasaran artinya kita harus mengetahui secara persis jenis hama atau penyakit yang menyerang tanaman kita. Jika kesulitan mengidentifikasi OPT yang menyerang, dapat menghubungi BPTP atau Petugas Pertanian setempat (PPL/POPT). 

Tepat jenis
Setelah mengetahui jenis OPT yang menyerang, kita dapat menentukan jenis pestisida yang tepat untuk mengendalikan OPT tersebut. Tips mudah untuk memilih jenis pestisida agar sesuai sasaran adalah pastikan membaca label pada kemasan pestisida. Pada label tersebut tercantum informasi bahan aktif, cara kerja, OPT sasaran serta dosis anjuran. 

Tepat dosis dan konsentrasi
Dosis anjuran adalah jumlah pestisida yang diperlukan (liter/kilogram) dalam satuan luasan lahan (hektare). Adapun konsentrasi adalah jumlah pestisida (gram per mililiter) dalam satu liter air atau biasanya petani menghitung jumlah pestisida dalam satu tangki sprayer. Dosis anjuran akan terpenuhi jika volume semprot sesuai anjuran. Pada tanaman padi umumnya sekitar 400-500 liter per hektare (sekitar 30 tangki semprot ukuran 14 liter) dan pada tanaman sayuran bisa mencapai 800 liter per hektare tergantung jenis pestisida. 

Tepat cara aplikasi
Aplikasi pestisida menggunakan sprayer, pastikan spluit nozel diatur agar menghasilkan butiran semprot yang halus/berkabut. Cara penyemprotan pestisida untuk hama wereng batang coklat (WBC) atau hama dan penyakit lainnya yang berada pada batang bawah, upayakan menyemprot dengan cara tanaman disuai-suai dengan ujung nozel sehingga pestisida dapat mengenai batang bawah tanaman. 

Tepat Waktu
Penyemprotan dilakukan pada saat embun sudah dan sebelum matahari bersinar terik (sekitar pukul 8 -10) atau sore hari pukul (pukul 16-18). Penyemprotan saat kondisi masih berembun akan mengurangi dosis/konsentrasi pestisida karena diencerkan oleh embun yang ada pada tanaman. Selanjutnya, perlu diperhatikan kondisi cuaca. Jika mendung diperkirakan akan turun hujan, sebaiknya penyemprotan pestisida ditunda. Arah penyemprotan sebaiknya tidak melawan arah angin. Selain itu,waktu yang tepat untuk mengendalikan hama adalah pada waktu stadia/fase hidup hama yang rentan yaitu pada fase ulat instar 1-3 (ukuran masih kecil) atau nimfa (serangga kecil) instar 1-3.

Tepat mutu
Ketepatan mutu ini adalah terkait masih baik atau tidaknya kualitas dari produk pestisida yang digunakan. Hal yang harus diperhatikan adalah kondisi kemasan masih tersegel dengan baik, kaleng tidak berkarat, botol menggembung dan tidak kadaluarsa.

Selain hal tersebut di atas yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pestisida kimia adalah upayakan tidak mencampur pestisida dengan pestisida lainnya. Hal ini dikarenakan reaksi yang terjadi antar senyawa kimia tersebut tidak semuanya kompatibel (cocok) dan memberikan hasil yang baik. Seringkali campuran tersebut tidak cocok sehingga menurunkan keefektifan dalam mengendalikan OPT. Selain itu, resiko campuran pestisida tersebut dapat bersifat toksik (racun) terhadap tanaman dan meningkatkan resiko keracunan pada manusia dan hewan.

Sumber: (Sri Kurniawati/BPTP Banten)

Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari