BMI: Pemerintah Kerap Rawat Tokoh Tak Berintegritas untuk Bela Kebijakannya
berita
FOTO: Istimewa
RILIS.ID, Jakarta— Banyaknya tokoh yang bermunculan, khususnya di media sosial dalam rangka membela kebijakan Pemerintah dan membungkam kritik dari oposisi menuai tanggapan dari Bintang muda Indonesia (BMI).

Sayap Partai Demokrat ini menilai, kelemahan pemerintah, selain karena faktor kebijakan juga karena hadirnya para pendukung pemerintah yang terus dirawat. Namun, menurut Ketua BMI, Farkhan Evendi, sayangnya mereka juga bukan berasal dari tokoh berintegritas. 

"Kami melihat tidak ada tokoh pendukung pemerintah yang berasal dari cendikiawan atau mereka yang punya pikiran jernih, sehingga membuat pesan pemerintah semakin sulit ditangkap masyarakat," kata Farkhan Evendi, Senin (14/9/2020).

Farkhan juga menyoroti banyaknya pendukung Presiden Joko Widodo di masa kampanye Pilpres 2019 yang kecewa dengan kebijakan pemerintah yang dianggap ugal-ugalan. Menurutnya, banyak kritik tajam dari mantan pendukung Jokowi tidak mampu direspons dengan jawaban yang menjernihkan.

"Justru banyak kritik tajam yang direspons dengan cara menenggelamkam kritik tersebut dengan informasi yang bias. Sehingga pemerintah merasa tidak perlu lagi mengklarifikasi, karena publik sudah tidak lagi mengenali mana fakta dan mana informasi sesat," ungkap Farkhan.

Menurut Farkhan, jika kebijakan itu dinilai baik sudah pasti akan mendatangkan gelombang dukungan dengan ikhlas. Partai  Demokrat misalnya, terus menuai dukungan karena menjadi partai yang tegas menolak Omnibus Law.

Selain itu, kata Farkhan, pada momentum Pilkada 2020 ini Partai Demokrat bersikap tegas melawan oknum partai yang ingin merusak demokrasi dengan cara memborong semua partai untuk berkoalisi dan mengusung calon tunggal di beberapa daerah.

"Kami tak menolak siapapun yang maju, tapi kalau itu dilakukan dengan cara memborong semua partai untuk berkoalisi itu efeknya adalah bisa merusak demokrasi. Ya BMI senang Partai Demokrat selalu berupaya menjaga bangsa ini dari sikap pengecut dalam berdemokrasi," tegas Farkhan.

BMI meyakini, bila pemerintah membela kepentingan rakyat dan menjaga demokrasi maka akan mendapatkan dukungan. 
BMI juga menyarankan agar Jokowi sering berdialog dengan tokoh muda. 

"Agenda mendapat simpati publik akan sia-sia kalau tetap memakai cara lama, dengan sering memakai tokoh yang tak berintegritas, jarang berdialog dengan kalangan muda dan tak menjaga nilai demokrasi," pungkas Farkhan.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari