COVID-19 Mengancam, PPN Desak Pemerintah Sediakan RS Rujukan di Nias
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
RILIS.ID, Jakarta— Pemuda Peduli Nias (PPN) menyayangkan belum adanya rumah sakit rujukan di pulau tersebut. Padahal, warga Nias juga berpotensi terpapar COVID-19. 

"Karena akses lalu lintas orang dari dan menuju Nias ke daerah2 yang menjadi episentrum dalam kondisi tanpa pembatasan. Daerah episentrum itu 
seperti Jakarta, Depok, Bogor, Batam, Medan, Malaysia, dan lainnya," kata Ketua Umum PPN, Evan Zebua, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2020). 

Evan pun mendesak kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera menyediakan rumah sakit standar rujukan COVID-19 di Pulau Nias. 

"Bisa dengan meningkatkan kepasitas RSUD Gusit atau membangun rumah sakit darurat yang sesuai standar penanganan COVID-19," ujarnya. 

Dia mengungkapkan, Forkada se-Kepulauan Nias telah sepakat menggunakan RSUD Gunungsitoli sebagai rumah sakit rujukan COVID-19.

"Apabila dibutuhkan relawan khususnya di Kepulauan Nias, Pemuda Peduli Nias bersedia menempatkan personilnya sesuai kebutuhan pemerintah dan dinas terkait," tegasnya. 

Evan menyebutkan, saat ini jumlah penduduk Nias di empat kabupaten satu kota lebih dari 700-800 ribu orang. Namun, menurutnya, warga Nias hanya mengandalkan RSUD Gusit dan beberapa rumah sakit swasta yang kecil.

"Kondisi saat ini, sudah ada 31 ODP di Kabupaten Nias. Dengan tidak terlalu ketatnya pengawasan sebelumnya, kemungkinan sudah banyak orang lalu lintas ke dan dari Nias tetapi tidak menyadari dirinya sebagai carrier (pembawa virus)," tuturnya. 

Hingga kini, kata Evan, pemerintah tidak menjadikan RSUD Gusit sebagai rumah sakit rujukan. Menurutnya, bisa saja hal itu karena keterbatasan fasilitasi RS itu dan tenaga medis.

"Tetapi, bila ada kasus di Pulau Nias dan harus dirujuk RS rujukan di daratan Sumatera, selain membutuhkan biaya yang mahal, juga akan membuat penanganan tidak bisa cepat 
dan berpotensi menimbulkan banyak korban tidak tertolong tepat waktu," paparnya. 



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Daerah



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari