Debat Pakai Bahasa Inggris Dianggap Tak Penting, Prabowo pun Berikan Respons
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.
RILIS.ID, Surabaya— Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Suko Widodo menilai, debat kandidat capres-cawapres yang diusulkan menggunakan bahasa Inggris sama sekali tak diperlukan. Karena, yang diperlukan justru isi materi dari program kerja para pasangan calon yang dapat dipahami rakyat.

"Menurut saya tidak perlu. Karena esensi debat itu pada kualitas isi materi pesan, bukan bahasanya," kata Sukowi, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (15/9/2018).

Dia mengatakan, yang perlu diperhatikan bagi capres dan cawapres adalah meningkatkan materi isi debat publik. Akurasi informasi dan ketepatan dalam penyajian data juga harus dikedepankan.

"Lagian, pemilihnya orang Indonesia yang mayoritas juga berbahasa Indonesia.Kualitas isi materi debat terletak pada, relevansinya dengan kondisi masyarakat, keakuratan data informasi dan mampu membangkitkan antusiasme pemilih," tambah dia.

Menurut dia, para kandidat ini harus memahami konstalasi politik yang ada. Jangan sampai hanya mengedepankan kemasan, dan meninggalkan esensi atau dari apa yang disampaikan.

"Saya kita yang usul timses. Dan, itu gagasan yang menurut saya tidak penting dan tidak urgent. Substansi debat pada isi materi gagasan yang ditawarkan untuk publik. Bagaimana memahamkan pemilih atas gagasannya tersebut. Bukan pada bahasanya," pungkasnya.

Sebelumnya, memang ada usulan dari kubu Prabowo-Sandiaga dalam mengubah format debat. Salah satunya dengan menggunakan bahasa Inggris saat memaparkan program serta visi misi pasangan calon. Namun, Prabowo Subianto sendiri mengaku tak setuju dengan usulan tersebut.

"Saya kira enggak perlu lah. Bahasa Indonesia saja," ujar Prabowo pada Jumat, 14 September kemarin.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari