Demi Cegah Kluster, Polri Bakal Kawal Ketat Pilkada 2020
berita
Warga melintasi mural edukasi Covid-19 di dekat rumah susun KS Tubun, Jakarta Barat. Foto: RILIS.ID/Panji Satria
RILIS.ID, Jakarta— Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto menyatakan, Presiden Joko Widodo memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk secara tegas menjaga penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada). Hal ini disampaikan saat Rapat Terbatas (Ratas) melalui konferensi video mengenai Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Komite PCPEN), Senin (28/9/2020),

“Catatan Bapak Presiden adalah terkait dengan pilkada. Presiden berharap agar Bapak Kapolri bisa secara tegas menjaga protokol kesehatan dalam pelaksanaan pilkada. Sehingga nanti terkait dengan pilkada ini tidak menjadi atau dapat mencegah munculnya klaster pilkada ” ujarnya usai Rapat Terbatas (Ratas) di Jakarta.

Airlangga menyebut, pemerintah terus berupaya meningkatkan angka kesembuhan pasien COVID-19 serta angka kematian sudah mulai dapat ditekan. Dibandingkan rata-rata dunia kondisi Indonesia menurutnya relatif membaik.

“Angka kematian dan kesembuhan COVID-19 ini relatif sudah baik, di mana angka kesembuhan sebesar 73,77 persen dan ini setara dengan (angka kesembuhan) global. Kemudian angka fatality rate 3,77 persen, sudah jauh terus membaik. Kemudian juga active rate Indonesia sudah mencapai sebesar 22,46 persen,” ungkap Ketua Komite Kebijakan PCPEN.

Mengenai ketersediaan tempat tidur secara nasional, disampaikan Airlangga bahwa dari 46.705 tempat tidur yang tersedia telah terisi sebanyak 21.619 tempat tidur, atau bed occupancy rate sebesar 46,29 persen. Occupancy rate pada sembilan provinsi prioritas adalah: Jawa Timur 41,8 persen, DKI Jakarta 60,6 persen, Jawa Barat 55,1 persen, kemudian Jawa Tengah 40,3 persen, Sumatra Utara 45 persen, Sulawesi Selatan 29,4 persen, Bali 61,6 persen, kemudian Kalimantan Selatan 33,4 persen, dan Papua 37,6 persen.

“Secara nasional ini di bawah daripada standar WHO yang 60 persen,” kata Airlangga Hartarto.

Dia juga menjelaskan mengenai strategi pemerintah dalam menekan angka kematian akibat COVID-19.

“Tentu peningkatan kapasitas rumah sakit, kemudian penyiapan fasilitas isolasi mandiri di Wisma Atlet dan hotel untuk OTG (Orang Tanpa Gejala),” kata Airlangga menjelaskan strategi pemerintah.

Juga dilakukan pemisahan kelompok komorbid dan perlindungan terhadap kelompok yang rentan.

“Kemudian juga menolong bagi pasien yang harus segera mendapatkan pertolongan, tidak menunggu kondisi gejala berat dan kritis,” lanjut Menko Ekon.

Juga dilakukan standarisasi perawatan dan rumah sakit rujukan COVID-19 serta perlindungan tenaga Kesehatan.

“Bapak Presiden mengarahkan, di rumah sakit dilakukan audit dari Kementerian Kesehatan agar menjaga keselamatan daripada tenaga kesehatan, dan juga PCR memang yang disiapkan untuk tenaga Kesehatan,” ujar Airlangga.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari