Di Ajang Pertemuan IMF-WB, Kaukus Ekonomi Hijau DPR Dorong Investasi EBTKE
berita
Ketua Kaukus Ekonomi Hijau DPR Satya Widya Yudha (kedua sari kiri). FOTO: Humas DPR
RILIS.ID, Nusadua— Ketua Kaukus Ekonomi Hijau DPR Satya Widya Yudha menyatan ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil yang masih sangat besar saat ini harus mulai dikurangi. Caranya mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan (EBTKE) sebagai energi masa depan yang lebih bersih dan menjanjikan. 

"Pemerintah diminta lebih agresif untuk mengimplementasikan EBTKE melalui program-program strategis," kata Satya saat bicara dalam panel Civil Society Policy Forum - Annual Meetings IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Pembicara lain yang juga tampil dalam forum itu masing-masing Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Aziz Syamsuddin, Mr. Jianpeng Wang (Global China Research Foundation), Meenakshi Lekhi (India), Guoqing Shi (Hohai University) serta Yaxiong Cho (Wuhan University).

Satya yang mengangkat topik "Transitioning from Fossil Fuels to Low-Carbon Economies: Carbon Finance for Low-Carbon Action” menyatakan, pemerintah harus realistis saat ini energi baru dan terbarukan merupakan kebutuhan yang mendesak dan signifikan. 

"Kita harus mendorong investasi besar-besaran di sektor energi baru ini untuk masa depan yang menjanjikan,” beber Satya, yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR.

Anggota parlemen dari Partai Golkar tersebut menandaskan, dalam rangka merealisasikan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 7 (renewable energy) dan 13 (climate change), perlu menjadikan energi bersih sebagai basis ekonomi. Hal ini harus diadopsi dalam setiap program-program strategis oleh pemerintah.

“Apabila energi fosil masih diperjualbelikan, butuh ditambahkan externality cost serta carbon tax agar EBTKE bisa jalan sesuai yang kita harapkan,” kata Satya.

Untuk diketahui, Indonesia hingga saat ini masih mengandalkan energi bahan bakar fosil sebagai penopang ekonomi. Padahal, energi fosil diperkirakan akan habis dalam kurun waktu tertentu. Energi bahan bakar fosil yang menjadi konsumsi utama masyarakat adalah minyak bumi, gas alam serta batubara. 

“Saat ini bauran energi primer yang berbasis energi baru dan terbarukan kurang lebih hanya 8 persen. Ini sangat minim sekali. Di sisi lain konsumsi energi primer kita semakin meningkat. Karena itu, DPR selalu mengingatkan kepada pemerintah untuk konsisten meningkatkan bauran energi primer yang berbasis energi baru dan terbarukan sebagai energi masa depan,” pungkas Satya.



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari