Dua Tahun, Jonan Sebut Rasio Listrik Papua dan NTT Bakal 99 Persen
berita
Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) menggelar konferensi pers terkait penerbitan RUPTL 2018-2027. FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri
RILIS.ID, Jakarta— Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, rasio elektrifikasi di Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) masih di bawah 65 persen. Angka tersebut masih terbilang rendah dibandingkan, wilayah Indonesia lainnya.

"Daerah yang pasokan listriknya masih rendah NTT dan Papua, kira-kira di bawah 65 persen lah," ungkapnya di Ruang Sarullah Kementerian ESDM Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Meski demikian, kata Jonan, Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi di kedua daerah tersebut. Bahkan Jonan menargetkan 2019 rasio elektrifikasi di Papua dan NTT mencapai 99 persen.

"Ini kita kejar dalam dua tahun. Akhir 2019 juga didukung oleh APBN dan LTSHE (lampu tenaga surya hemat energi) dan sebagainya, (elektrifikasi NTT dan Papua) bisa 99 persen. Kita usahakan," jelasnya.

"Ini juga termasuk program kelistrikan desa, misalnya di satu desa ada lima dusun, dua dusun ada listrik, sementara tiga dusun tidak ada listrik. PLN dan pemerintah (akan) bikin semua ada listrik," sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian ESDM, khususnya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menerangi seluruh kawasan Papua dan NTT paling lambat 2019 mendatang. Menurut Jokowi, Papua dan NTT merupakan wilayah yang paling tak beruntung dalam menikmati pasokan listrik.

Editor: Intan Nirmala Sari

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari