Empat Ragam Petai Asal Sumatera Barat yang Unik
berita
Petai. FOTO: Humas Balitbangtan
RILIS.ID, Padang— Program perbenihan Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika yang didanai APBN-P 2017 menyisakan banyak cerita dan pengalaman menarik. Dari peneliti yang dimandatkan saat itu Balitbu Tropika Balitbangtan diberi mandat melakukan perbanyakan benih pisang, durian, mangga, manggis, alpukat, sukun, pepaya, jengkol, dan petai.

Sekitar Agustus 2017, tim perbenihan petai yang diketuai Ir. Sunyoto  membuat target mengkoleksi minimal 60 aksesi yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Semua aksesi yang dikumpulkan tersebut selanjutnya diuji rasa untuk mengetahui aksesi mana yang paling sesuai dengan idiotipe yang telah ditetapkan.

Idiotipe petai yang ditetapkan antara lain, produksi tinggi (jumlah papan per dompol > 10 papan), jumlah biji per papan rapat (> 12 biji per papan), rasa enak. Setelah melalui penilaian, akhirnya diperoleh dua kandidat petai dengan produksi tinggi dan rasa enak, yang selanjutnya didaftarkan menjadi petai Aripan 1 dan petai Aripan 2.

Sumatera Barat yang kaya akan kuliner ternyata juga berbagai plasma nutfah yang cukup menarik, salah satunya pada petai. Jenis petai dari Sumbar cukup banyak dan menarik. Setidaknya ada empat petani unik yang dimiliki Sumbar.

Berbagai petai unik pun ditemukan di beberapa daerah di Sumatera Barat. Keunikan ini meliputi tampilan morfologi yang berbeda dibandingkan petai pada umumnya, kerapatan dompol, dan jumlah biji per papan yang terbilang banyak. 

Petai-petai unik itu antara lain sebagai berikut:

1. Petai Pamuatan

Petai ini ditemukan di nagari Pamuatan Kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung. Keunikan petai terletak pada papannya yang sangat panjang. Panjang papan petai Pamuatan berkisar antara 52-65 cm.

Menurut mitos, petai dengan papan berukuran panjang memilki citarasa yang pahit, tetapi hal ini tidak berlaku pada petai Pamuatan, petai ini memiliki rasa yang cukup enak.  

2. Petai Katinggian

Petai ini ditemukan berasal dari di nagari Katinggian Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota. Petai ini memiliki lebar papan yang lebih lebar dari pada petai pada umumnya.

Lebar papannya berkisar antara 4-6 cm, sedangkan petai yang banyak ditemukan di pasaran lebar papannya hanya 2-3 sentimeter.

3. Petai Palupuah

Petai milik petani bernama Kari Kadirun ini, terdapat di nagari Palupuah, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam. Tanaman yang terletak di pinggir sungai di Palupuah ini memiliki keunikan berupa jumlah papan per dompol yang sangat banyak jika dibandingkan dengan rata-rata jumlah papan per dompol dari 60 aksesi petai yang ditemukan. 

Jumlah papan per dompol petai Palupuah berkisar antara 15-24 papan, sementara rata-rata jumlah papan petai lainnya kurang dari 12 papan. Petai Palupuah ini merupakan petai beras, atau petai yang memiliki papan pendek dan biji rapat, serta rasa enak.

4. Petai Tarantang

Petai Tarantang ditemukan di Nagari Tarantang, Lembah Harau Kabupaten 50 Kota. Petai ini memiliki jumlah papan per dompol yang banyak, serta papan yang rapat. Petai ini juga memiliki citarasa yang enak. 

Sebenarnya masih banyak petai unik yang ditemukan tim petai di Sumatera Barat. Dalam sebuah eksplorasi di Kabupaten Pesisir Selatan, diperoleh informasi petai unik yang diduga bukan termasuk ke dalam spesies Parkia speciosa, tetapi merupakan spesies kerabat petai.

Petai jenis ini dikenal dengan nama petai Lansano. Menurut masyarakat setempat, bentuk dan rasa buah sama dengan petai pada umumnya, hanya bentuk dan ukuran daunnya yang berbeda.

Petai Lansano memiliki daun berukuran besar dan bentuk daunnya mirip daun kedondong. Sayang dalam eksplorasi ke Pesisir Selatan, tanaman ini tidak berbuah.

Aksesi-aksesi petai unik hasil eksplorasi yang telah dilakukan Balitbu Tropika ini mungkin baru sebagian kecil dari potensi sumber daya genetik petai yang harus dilestarikan dan dikembangkan.

Dukungan pemerintah daerah dalam melindungi dan mendaftarkan varietas potensial sangat diperlukan, karena pemerintah daerah adalah pemilik dari varietas asli setempat (indigenous).

Sumber: Balitbangtan

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari