Format Indonesia Laporkan PT Telkom ke Ombudsman
berita
Asep Ubaidilah Ketua Umum Format Indonesi
RILIS.ID, Jakarta— Forum Mahasiswa Untuk Nawacita Indonesia (Format Indonesia) melaporkan dugaan kesalahan administrasi terkait satelit Telkom 1 ke Ombudsman Republik Indonesia, pada Senin (16/4/2018) siang. 

"Hari ini kami telah melapor ke ORI terkait dugaan maladministrasi di jajaran direksi PT Telkom yang pada prinsipnya kami serahkan ke pimpinan ORI untuk dilakukan penyelidikan lebih intens agar kasus satelit Telkom 1 ini cepat diusut tuntas," kata Asep Ubaidilah Ketua Umum Format Indonesia, dalam siaran pers yang diterima wartawan, Senin (16/4). 

Asep menuturkan, Format Indonesia telah membentuk Tim Pencari Fakta atas dugaan kasus tersebut dan semakin masif melakukan penyelidikan bahkan sudah berkomunikasi dengan pihak Kemenkominfo serta Komisi 1 DPR RI.

"Beberapa bukti pelanggaran sudah semakin nampak, diduga ada beberapa Pasal yang telah dilanggar oleh jajaran direksi PT Telkom Indonesia," tambahnya.

Asep juga berharap, ORI bisa melakukan tindakan tegas jika ada bukti pelanggaran yang merugikan negara.

"Jika terbukti, kami meminta ORI melimpahkannya ke pihak yang berwenang untuk mengusutnya dengan tegas," desaknya.

Selain itu Asep Ubaidilah menambahkan harus ada reformasi jajaran direksi di tubuh PT. Telkom bahkan seyogianya Dirut Telkom, Alex J Sinaga dengan hormat mengundurkan diri karena telah membawa PT. Telkom ke ambang kehancuran. 

"Apabila kalau dibiarkan saja dikhawatirkan kasus serupa akan terjadi kembali dan kalau sudah seperti itu siapa nanti yang harus bertanggung jawab?" tutupnya.

Diketahui, pada 25 Agustus 2017, Satelit Telkom 1 mengalami kegagalan dalam hal beroperasi. Akibat hal tersebut terjadinya ribuan ATM dari 4 bank yaitu BCA, Mandiri, BNI dan BRI yang mati. 

Belum lagi beberapa stasiun televisi swasta yang juga ikut terganggu. Diperkirakan ada miliaran transaksi keuangan yang gagal saat itu dan beberapa bisnis yang terganggu.

Satelit Telkom diluncurkan sekitar bulan Agustus tahun 1999 dari Kourou, Guyana Perancis dan menempati slot orbit 108 derajat bujur timur.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak PT Telkom ihwal disampaikan Format Indonesia.

Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari