Gagalnya Jokowi Bisa Jadi 'Bumerang'
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) dalam posisi saat ini ibarat pengantin selalu nampak seksi dan akan selalu jadi magnet elektoral. Begitu lah kata pengamat politik dari Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam. Meski survei elektabilitasnya masih di bawah 50 persen, tapi posisinya sudah di atas angin. Terus, bagaimana kabar kompetitor lainnya?

Wartawan rilis.id, Zul Sikumbang, mewawancarai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon dan Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, untuk menilik peta politik partai mendekati kontes pesta demokrasi di 2019. 

Fadli Zon

Apakah Gerindra di 2019 tetap mendukung Prabowo?
Kami calonkan Pak Prabowo dan beliau bersedia. Kami mendorong pencalonan Pak Prabowo menjadi presiden, bukan cawapres ya. Masa, Pak Prabowo menjadi cawapres, yang benar saja. Isu ini menandakan kalau Pak Prabowo memang penantang yang kuat bagi Pak Jokowi.

Koalisi Gerindra di 2019 bagaimana?
Nah, kalau komunikasi yang intens kan baru dengan PKS dan PAN. Artinya, ada pertemuan rutin. Kita berharap, kemungkinan bisa (merangkul) PKB dan Demokrat, mudah-mudahan. Komunikasinya baru sekedar informal saja, mereka sejauh ini membuka diri. Jadi, masih wait and see.

Karena, kalau dilihat, bagi Pak Jokowi sendiri tidak mudah menentukan cawapresnya. Mungkin, sudah ada tujuh atau delapan bakal cawapres. Tapi, kan belum tentu siapa yang diusung nanti disukai oleh parpol pendukung lainnya. 

Jokowi kan petahana, bagaimana dukungan buat Gerindra, khususnya Pak Prabowo di daerah-daerah?
Kayaknya, lebih merata. Indikatornya, Pak Jokowi sebagai petahana, sudah diberikan kesempatan membuktikan diri untuk menjalankan apa yang ia janjikan, namun tidak terealisasi.

Misal, kayak janjinya untuk swasembada pangan, tapi tetap saja ada impor. Masyarakat pasti menilai itu. Mereka merasakannya, masa iya mau "menderita" lagi untuk lima tahun ke depan. Kan, harus ada perubahan. Di sini, Pak Prabowo yang bisa membawa perubahan.

Apakah pilkada akan menjadi cerminan pilpres nanti?
Memang ada korelasinya, meski berapa persen, cuma itu (angkanya) bisa diperdebatkan. Karena, pilkada ini (daerah yang melangsungkannya) sangat banyak sekali, pasti akan menentukan warna di pilpres. Meski, tidak harus 100 persen bisa dikorelasikan.

Media sosial kan sangat punya peranan, bagaimana Gerindra mengoptimalkannya?
Iya, peranannya sangat besar. Hampir setiap orang pegang medsos (media sosial). Informasi daily politik kan ada di sana, sehingga mempengaruhi cara berpikir orang. Bahkan, mampu jadi penentu pilihan. Di Gerindra sendiri sudah ada timnya, anggota DPR, khusus Gerindra, wajib main medsos.

Irma Suryani Chaniago

Pertimbangan Nasdem dukung Jokowi di 2019?
Karena, kami melihat Pak Jokowi ini seorang tokoh yang bukan hanya ingin mementingkan diri sendiri. Tetapi juga untuk rakyatnya. Kan, bisa dilihat, hasilnya selama tiga tahun ini, meski belum paripurna, cuma baru tiga tahun saja sudah banyak pembangunan. Makanya, kami melihat ini butuh dua periode supaya cita-cita dan program kerjanya bisa selesai.

Koalisi untuk pilpres nanti, apa tetap atau akan bertambah?
Politik ini kan dinamis. Kita berharap sih akan bertambah. Bisa saja, hari ini cuma NasDem bersama parpol pendukung Jokowi lainnya, siapa tahu ke depannya bisa lebih banyak yang bergabung. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada koalisi bersama.

Jadi, mendukung hanya satu pasang calon?
Ini atas nama saya pribadi yah, kenapa tidak, selama untuk kebaikan bangsa. Jadi, tempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok atau parpol. Karena, persatuan dan kesatuan kita ini sudah mulai terkoyak, kalau bersama-sama bisa memperkokoh lagi, ini terobosan luar biasa.

Bagaimana menguatkan peranan pilkada untuk pilpres?
Kalau NasDem, kami kan bergerak semua. Mulai dari DPP sampai ke ranting-ranting. Kami punya struktur yang lengkap. Belum lagi, dalam tiga periode pilkada, NasDem juga pernah unggul menempati posisi di nomor satu atau nomor dua, jadi ini sangat berpengaruh sekali.

Apakah sebaran suara parpol koalisi sanggup menopang Jokowi?
Saya kira, dengan elektabilitas (Jokowi) sekarang, didukung parpol koalisi, kayaknya akan mantap. Kami yakin-yakin saja, di tambah kerja keras dari sekarang (pilkada).

Strategi NasDem untuk mendongkrak capres, seperti apa?
Kami kan punya media. Di tambah media sosial. Ini tidak jadi masalah. (tamat)

Bagian 1: Jokowi Lagi 'Nyari' Wakil 
Bagian 2: Mereka Para Penantang 'Incumbent' 
Bagian 3: Jakarta Bisa Jadi Harapan Prabowo 
Bagian 4: Kompetisi Daerah Jadi Kunci Pilpres 
Bagian 5: Gagalnya Jokowi Bisa Jadi 'Bumerang'

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top FOKUS

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari