Hari Ini Tersangka Bupati Lampung Selatan Diperiksa KPK
berita
Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan. FOTO: RILIS.ID Lampung
RILIS.ID, Jakarta— Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Jumat (14/9/2018). Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Zainuddin kali ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gilang Ramadhan (GR) yang merupakan pemilik CV 9 Naga.

"ZH diperiksa sebagai saksi untuk tersangka GR dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemprov Lampung Selatan," kata Febri dikonfirmasi di Jakarta.

Tak hanya Zainuddin, Agus Bhakti Nugraha selaku anggota DPRD provinsi Lampung dan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lampung Selatan Yudi Siswanto juga dipanggil penyidik. Sama seperti Zainuddin Hasan, Agus dan Yudi juga akan diperiksa untuk kepentingan berkas Gilang.

"Lalu tersangka GR juga diperiksa hari ini untuk melengkapi berkasnya," paparnya.

Dalam kasus ini, Bupati Zainudin, Agus Bhakti dan Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan Anjar Asmara diduga menerima suap Rp600 juta dari pemilik CV 9 Naga, Gilang Ramadhan. Uang itu terkait penunjukkan Gilang sebagai pelaksana proyek.

Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Agus Bhakti mengatur proses lelang, sehingga Gilang mendapatkan 15 proyek pada 2018, di Dinas PUPR. Sebanyak 15 proyek itu senilai total Rp20 miliar.

Akibat perbuatannya, KPK menetapkan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan sebagai tersangka. serta menetapkan tiga orang tersangka lainnya yaitu diduga pemberi GR (Gilang Ramadhan) selaku pihak swasta, ABN (Agus Bhakti Nugraha) selaku anggota DPRD provinsi Lampung dan AA (Anjar Asmara) selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.

Kemudian Bupati Zainudin juga meminta Anjar Asmara selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan untuk berkoordinasi dengan Agus Bhakti terkait dengan fee proyek tersebut.

"AA kemudian diminta untuk mengumpulkan fee proyek tersebut sebagai dana operasional atau dana taktis Dinas PUPR. Dana taktis ini diduga penggunaannya sebagian besar untuk keperluan ZH," ungkapnya.

Dengan pengaturan lelang oleh Agus pada 2018, alhasil Gilang mendapat 15 proyek dengan total nilai Rp20 miliar. Hal ini karena Gilang mengikuti proyek di Lampung Selatan dengan meminjam banyak nama perusahaan orang lain.

Dari tangan Agus, KPK mengamankan ung Rp200 juta yang diduga terkait bagian dari permintaan Zainudin kepada Anjar Asmara sebesar Rp400 juta.

"Uang Rp200 juta diduga berasal dari pencairan uang muka untuk empat proyek senilai Rp2,8 miliar,"paparnya.

Adapun empat proyek tersebut adalah Box Culvert Waysulan dimenangkan oleh CV Langit Biru, rehabilitasi ruang Jalan Banding Kantor Camat Rajabasa dimenangkan oleh CV Langit Biru, Peningkatan ruas Jalan Kuncir Curug dimenangkan oleh CV Menara 9, Peningkatan ruas Jalan Lingkar Dusun Tanah Luhur Batas Kota dimenangkan CV Laut Merah.

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Gilang disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Sebagai pihak yang diduga penerima, Zainudin bersama Agus dan Anjar Asmara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor: Elvi R

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari