Hari Perempuan Tak Bermakna Tanpa Laki-laki
berita
FOTO: facebook
Oleh Linda Christanty
Pegiat Sastra dan Aktivis Sosial


DI Hari Perempuan ini, saya berterima kasih kepada almarhumah ibu saya yang pertama kali mengenalkan saya kepada karya-karya sastra. Ibu juga mengajari saya matematika dan menulis puisi. 

Ibu adalah teman berdebat saya yang pertama. Diskusi terakhir kami tentang Pokemon, pendudukan Jepang dan politik Indonesia. Sekitar dua bulan kemudian Ibu meninggal dunia.



Di Hari Perempuan ini, saya berterima kasih untuk sejumlah lelaki terbaik dalam keluarga saya. Kakek mengenalkan saya kepada politik dan sejarah. Kakek juga menawarkan cara membuat perdebatan lisan lebih dikenang dan menjadi bagian dari sejarah dengan memberikan sebuah catatan harian untuk ditulis. 

Ayah mengajari saya teknik melukis dengan cat minyak dan cat air yang diwarisi dari pamannya, seorang pelukis, selain dia juga menanamkan kecintaan terhadap sains dan teknologi. Adik saya, Budhi, menjadi teman diskusi terbaik sampai hari ini dan memberi saya nasihat paling berharga di saat-saat genting: hiduplah seperti anggota pasukan Delta Force. 

Tanpa mereka, Hari Perempuan ini tidak akan bermakna. Kehadiran mereka di dunia ini membuat saya percaya bahwa perjuangan hak-hak perempuan akan cepat mencapai kemenangan dengan melibatkan kaum laki-laki sebagai teman seperjuangan. 

Semoga lebih banyak lagi lelaki di dunia ini seperti Kakek, Ayah dan adik saya.

Selamat Hari Perempuan untuk semua!

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Inspirasi

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari