Ini Cerita PAN Hingga Rela Melepaskan Zulkifli Hasan Tak Jadi Cawapres Prabowo
berita
Hanafi Rais. FOTO: RILIS.ID
RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais menceritakan alasan partainya hingga bisa menyetujui Sandiaga Uno mendampingi Prabowo Subianto menjadi calon Wakil Presiden. Menurutnya, Sandiaga menjadi sosok yang tepat karena mengerti tentang situasi perekonomian di Indonesia.

Ia menilai, dari beberapa kali pidato, Sandiaga dipandangnya cukup paham masalah perekonomian Indonesia dan juga menawarkan solusinya.

"Pak prabowo ini kan sudah dianggap menhadi representasi keumatan bahkan dianggap diberi mandat ijtima ulama sebagai capres tunggal gitu? Maka sosok yang mendampingi juga harus menjalani dan juga melakoni kehidupan bisnis ekonomi yang rill dan itu ada di mas Sandi," ujarnya, Jakarta, Sabtu (11/8/2018).

Ia mengungkapkan partainya tak mempersoalkan bila Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan tidak terpilih menjadi cawapres Prabowo Subianto. PAN pun dikatakannya menerima Sandiaga namun dengan syarat Sandiaga harus mundur dari partai Gerindra.

"Setelah rakernas kita sampaikan ke Gerindra, ke partai koalisi yang lain dan kita juga memahami kalau memang tidak menjadikan pak Zulkifli Hasan ya tentu kemudian mari kita berkompromi siapa dan jatuhnya kepada mas Sandi dengan ketentuan mas Sandi tidak lagi berkarir di Gerindra kemudian dipersepsikan sebagai sosok yang independen dan bahkan mundur dari wagub gitu. Jadi saya kira itu bisa diterima semua pihak," tegasnya.

Ditanya lebih jauh terkait dengan opsi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi cawapres, Hanafi membantah PAN menolaknya. Ia mengatakan, memang kondisinya calon Wakil Presiden harus dirembukan bersama dengan koalisi.

"Kita tidak bs mencoret, kita tidak bisa melarang-larang tapi ketika kita berembuk bersama muncul kompromi ya sudah kita terima sebagai konsensus dan kita perjuangkan sama-sama untuk menang," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, secara resmi mendeklarasikan dirinya sebagai capres, menggandeng Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjadi cawapresnya.

"Sandiaga mundur dari jabatan wakil gubernur DKI Jakarta. Saya pun meminta beliau mundur dari Gerindra," kata Prabowo saat deklarasi di Kartanegara Jakarta pada Kamis (8/8/2018) malam.

"Saya ingin berjuang dan mengabdi untuk bangsa Indonesia. Insya Allah besok kami akan daftar ke KPU sesudah Salat Jumat di Masjid Istiqlal," tambah dia.

Proses politik ini, kata dia, tidaklah mudah. Ia kerap berkomunikasi dan berunding dengan para tokoh dan elite parpol-parpol. Seperti, PKS, PAN dan Demokrat.

"Ini melelahkan. Untuk membangun koalisi tidak mudah karena banyak yang harus kita pertemukan," terang dia.

"Saya ketemu Mbak Puan Maharani, senior saya Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, saya terus membangun koalisi besar untuk beri solusi pada kesulitan rakyat dan bangsa Indonesia," tambah dia.

Deklarasi Prabowo berlangsung setelah Jokowi mendeklarasikan diri sebagai capres, bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin sebagai pasangannya untuk periode kedua nanti. 

"Yang akan mendamping saya sebagai calon wakil presiden 2019-2024 adalah Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin," ujar Jokowi saat deklarasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Ma'ruf menurut Jokowi adalah sosok utuh sebagai tokoh ulama yang bijaksana. Ma'ruf, kata dia, juga pernah sebagai anggota DPRD, DPR, MPR, Wantimpres, Rais Aam PBNU dan juga MUI.

"Dalam kebhinekaan saat ini Ma'ruf juga sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)," ungkapnya.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari