Inilah TATP, Jenis Bom yang Meledak di Surabaya
berita
ILUSTRASI: Hafidz Faza
RILIS.ID, Jakarta— Aksi teror bom yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) baru-baru ini disebut-sebut menggunakan peledak jenis TATP. Bom jenis ini ditemukan dalam penggerebekan polisi ke kediaman beberapa terduga teror dan olah TKP peledakan di gereja Surabaya, Minggu (13/5) kemarin. Apa itu TATP?

Seperti dilansir dari berbagai sumber, TATP (triaceton triperoxide) merupakan peledak kimiawi yang sangat berbahaya. Jenis bom ini berdaya ledak tinggi (high exponsive). Nama lainnya adalah mother of satan atau peroxyaceton.

Istilah high atau low explosive ini diukur oleh Velocity of Detonate (VoD) atau kecepatan pembakaran. Bom jenis ini sangat mudah dibuat dengan bahan yang tersedia bebas di luaran, tapi sangat sensitif dan tidak stabil sehingga mudah sekali meledak. TATP banyak digunakan kelompok ISIS di Irak dan Suriah.

Menurut Kalopri Tito Karnavian dalam pernyataannya pada Senin (14/5/2018), TATP berbeda dengan bahan peledak lain yang umumnya harus diledakkan dengan detonator. TATP kadang meledak dengan sendirinya hanya dengan panas atau guncangan. Lanjut Tito, itulah mengapa disebut the mother of satan.

Dari segi bentuk, senyawa kimia TATP ini berupa serbuk dengan butiran seukuran gula pasir. TATP ini memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap suhu udara di atas 86 derajat celcius, gesekan atau benturan dan aliran listrik.

Dalam sejarah serangan teror di berbagai negara, TATP menurut Tito, banyak digunakan sejak 2001, seperti dalam serangan bom London pada 2005 yang menewaskan 52 orang dan ratusan lainnya luka-luka. Selin itu, bom TATP juga digunakan dalam serangan bom di Paris pada November 2015, pengeboman Brussels 2016, sampai pengeboman di Manchester Arena pada Mei 2017 yang menewaskan 23 orang.

Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Kronik

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari