Jagung Hibrida Balitbangtan Dukung Ketersediaan Benih di Sulteng
berita
FOTO: Humas Balitbangtan
RILIS.ID, Jakarta— Benih berperan penting dalam peningkatan produksi, berkisar 15 – 20 persen dan lebih murah dibandingkan teknologi lainnya. Penggunaan benih varietas unggul dan bermutu sangat penting dalam budidaya tanaman. Benih unggul mempunyai potensi hasil yang tinggi, ukuran biji yang seragam, sehat dan jelas asal-usulnya.

Pemilihan varietas sebaiknya memperhatikan kesesuaian lingkungan, ketahanan terhadap hama dan penyakit serta kebutuhan pasar. Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) Jagung Hibrida Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) merupakan salah satu upaya khusus dalam peningkatan produksi jagung.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman (P3BT) Berbasis Korporasi melaksanakan Gerakan Tanam Jagung Hibrida HJ21 dan Nasa 29 pada hari Jumat (14/08/2020) di Desa Labuan Toposo, Kabupaten Donggala.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Donggala, Hari Soetjahyo dalam sambutan menyampaikan bahwa potensi lahan jagung cukup luas di Kabupaten Donggala mencapai 20 ribu hektare. Karena itu, diharapkan Donggala bisa diikutsertakan dalam kontribusi produksi benih jagung. Namun demikian dalam prosesnya petani jangan sampai dirugikan dalam produksi benih jagung. Produksi benih di tingkat petani penangkar diharapkan mampu menghasilkan benih unggul bermutu, produktivitas tinggi dan tersedia insitu.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sulteng yang diwakili oleh Kasie KSPP, Syamsiah Gafur menyambut baik kegiatan penanaman jagung hibrida Balitbangtan. Hasil inovasi anak bangsa ini memiliki potensi hasil tinggi dan sesuai untuk kondisi wilayah Sulteng.

BPTP siap mendampingi bersama seluruh komponen stakeholder dalam rangka mengawal, mengontrol dan mengawasi serta membina calon-calon benih yang ada di penangkar agar tetap dapat menghasilkan benih yang bermutu dan berkualitas. Untuk itu, perlu diperhatikan proses produksi benih hingga panen dan penanganan pasca panennya.

Selain itu, disampaikan peran BPP Kostratani dapat memanfaatkan lahan perbenihan varietas unggul baru Jagung Hibrida Balitbangtan ini sebagai tempat pembelajaran bagi penyuluh untuk meningkatkan kompetensi dalam mendukung kostratani.

Hadir pada acara tersebut Tim Direktorat Jenderal Perbenihan Kementerian Pertanian, Kepala UPT Balai Pengawas Mutu dan Sertifikasi Benih Provinsi Sulteng, BPTP Balitbangtan Sulteng, Perwakilan PT MAS, penyuluh BPP Simou, pemerintah desa dan petani jagung sekitar Desa Labuan Toposo.

Sumber: Balitbangtan

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari