Jakarta Bisa Jadi Harapan Prabowo
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.
MESKI banyak usulan soal calon alternatif, tampaknya Gerindra masih condong memajukan sang ketua umumnya itu. Jika pada akhirnya Prabowo Subianto yang diusung, maka ia akan reuni bersama Joko Widodo (Jokowi) sebagai rival di kontestasi pilpres.

Bahkan, potensi terjadinya head to head jilid 2 terbuka lebar. Perbedaanya, peta politik kedua calon ini dibandingkan pilpres sebelumnya pada 2014. Kalau dulu Ibu Kota, DKI Jakarta sebagian di bawah kendali PDI Perjuangan, maka periode ini dikontrol penuh Gerindra dan PKS.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, pasangan calon dari koalisi partai politik (parpol) oposisi pemerintah, berhasil menjuarai pemilihan gubernur (pilgub) pada 2017 lalu. Menang dari saingannya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saeful Hidayat.

Lewat penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta No. 87/KPTS/KPUProv010/2017 tanggal 29 April 2017, Anies-Sandi resmi menduduki kursi gubernur dan wakil gubernur periode 2017 - 2022. Otomatis, pada Pilpres 2019, mereka bisa saja membawa pengaruh.

"Bisa saja DKI Jakarta ini jadi pundi-pundi suaranya Gerindra," kata Direktur Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo.

Pada pilgub saja, dukungan terhadap Anies-Sandi melampaui jauh petahana. Pasangan terpilih ini mengantongi 3,2 juta suara atau 57,96 persen. Sedangkan, Ahok-Djarot cuma berhasil mendapatkan 2,7 juta suara, sekisar 42,04 persen. Apakah, akan terus begini? Tidak.

Kalau kata Karyono, dukungan publik itu sangat dinamis. Misal saja di Jawa Barat yang menjadi pusat dukungan Prabowo ketika 2014 silam, kini kondisinya berbalik. Jokowi, kata dia, lebih populer. Bahkan, dukungannya naik sekisar 10 - 20 persen.

Apalagi, petarungan di pilpres, pemilih akan melihat figur, bukan parpol di belakang calon tersebut. Maka itu, meski DKI Jakarta kini dipegang oleh kandidat yang diusung oposisi pemerintah, bukan berarti Jokowi akan kalah telak, sampai jomplang

"Karena, sekali lagi, yang dilihat itu figur," tambahnya.

Tapi, pendapat dari pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Bandung, Firman Manan, agak sedikit berbeda. Menurut dia, pascakemenangan Anies-Sandi, Gerindra bersama parpol koalisinya akan makin percaya diri. Soalnya, Jakarta, sebagai barometer nasional sudah ditangan.

"Memang belum tentu juga kemenangan pasti didapat, tapi punya modal politik lah," ungkap dia.

Di satu sisi, popularitas Anies terus menanjak setelah jadi gubernur. Tentu, apa yang menjadi sorotan publik, bisa membawa pengaruh elektabilitas terhadap capres koalisi Gerindra.

"Terlebih, apabila kinerja Anies-Sandi sampai dengan waktu pilpres nanti bisa semakin baik, pasti ini akan dilihat banyak orang," sebutnya.

Tapi, masih menjadi teka-teki, apakah Prabowo akan maju lagi enggak? Ini yang masih jadi kalkulasi politik. Memang ada kemungkinan, ia mengutus figur baru. Lalu, mantan jendral bintang tiga di TNI AD tersebut menjadi "dalang" di belakang panggung.

Makanya, sampai sekarang belum diumumkan siapa calon yang diusung Gerindra. Karena, menurut Firman, bisa jadi partai tersebut lagi menjajal peluang koalisi. 

Sedangkan, kata pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, sebetulnya Gerindra lagi coba "bermain-main". Bisa jadi, deklarasi capres akan berlangsung di last minutes. Karena, putusan PDI Perjuangan kemarin, mengubah peta politik.

"Tentu ini strategi bagus jika ketokohan capres atau cawapres dari Gerinda yang diumumkan belakangan, adalah tokoh yang mampu memenuhi dahaga publik tentang pemimpin yang visioner, dan miliki integritas, dan memiliki kapasitas sebagai negarawan," tambah dia.

Meski begitu, jajaran internal Gerindra sepertinya kekeuh mendorong Prabowo untuk kembali berlaga di 2019. Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Kusriyanto, yakin kalau Indonesia akan punya presiden baru, bukan lagi sang petahana.

"Insya Allah, kali ini beliau (Prabowo) menang dan Indonesia punya Presiden baru," tegasnya.

Sekarang, daerah-daerah mana saja yang kemungkinan akan memenangkan figur Jokowi atau Prabowo? Apakah Pilkada Serentak 2018 besok, bisa menjadi cerminan Pilpres 2019? (bersambung)

Bagian 1: Jokowi Lagi 'Nyari' Wakil 
Bagian 2: Mereka Para Penantang 'Incumbent' 
Bagian 3: Jakarta Bisa Jadi Harapan Prabowo 
Bagian 4: Kompetisi Daerah Jadi Kunci Pilpres 
Bagian 5: Gagalnya Jokowi Bisa Jadi 'Bumerang'

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top FOKUS

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari