Kader PDIP Jatim Diajak Mulai Bergerak
berita
Presiden Jokowi bersama para ulama. FOTO: Dok Setkab.
RILIS.ID, Surabaya— Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Gianto, berharap agar kader partainya bisa segera blusukan ke masyarakat, untuk menyampaikan keberhasilan program Joko Widodo.

Langkah itu perlu dilakukan agar pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin bisa terpilih di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. 

"Hanya di 2019 ini kan satu tarikan nafas Pileg dan Pilpres. Saya sebagai kader untuk mensinergikan bersama, caleg busukan menyampaikan pesan atas kesuksesan Jokowi selama empat tahun memimpin," kata Gianto pada Jumat (10/8/2018).

Dia mengatakan, banyak program Jokowi yang bisa dimanfaatkan masyarakat luas. Di antaranya adalah pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

"Kesuksesan memimpin selama empat tahun, perkembangan infrastruktur luar biasa, perekonomian luar biasa. Ini semua akan menjadi semangat dan energi bagi pak Jokowi-KH Makhruf Amin memenangkan Indonesia kedepan," tambahnya.

Gianto menuturkan, duet Jokowi-Ma'ruf Amin adalah perpaduan komposisi kepemimpinan yang pas. Mewakili elemen nasionalis dan Nahdliyin, yang mewarnai kultur masyarakt Jawa Timur.

"Segmen Jawa Timur adalah nasionalis dan nahdliyin terbesar. Kiai Ma'ruf mewakili nahdliyin dan Jokowi mewakili nasionalis ini sinergi politik yang luar biasa. Kami akan menargetkan kemenangan yang fenomenal," katanya.

"Seluruh fraksi, kader siap untuk memenangkan Pak Jokowi merebut kembali Indonesia," pungkasnya. 

Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi menilai, calon presiden petahana Joko Widodo masih lebih unggul dibandingkan Prabowo Subianto.

Hal ini dilihat dari sisi kinerjanya selama ia menjabat sebagai Presiden. Artinya, Jokowi punya rekam jejak yang sudah terbukti.

"Kalau lihat perkembangan Jokowi masih di atas Prabowo. Meski harus diakui Prabowo memang lebih jeli dalam menentukan pasangan dibanding Jokowi," kata Airlanga di Surabaya pada Jumat (10/8/2018)

Diakuinya, sebagian aspirasi di kalangan bawah merasakan kecewa atas pemilihan KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi, di banding Mahfud MD.

Walau dianggap salah memilih pasangan, pada Pilpres 2019 akan lebih menarik. Karena, masing-masing calon akan lebih menampilkan program-programnya dibanding menampilkan isu lain.

"Isu SARA tergantung bagaimana konstelasi politik. Saya pikir dalam pilpres kali ini isu SARA relatif akan turun," ucapnya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Sumber: ANTARA

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari