Pascabom Surabaya, KAI Madiun Perketat Pemeriksaan Penumpang
berita
Ilustrasi kereta api. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
RILIS.ID, Madiun— PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 7 Madiun, memperketat pemeriksaan penumpang ketika masuk ke sejumlah stasiun wilayah setempat guna mengantisipasi terorisme yang akhir-akhir ini marak terjadi.

"Upaya pemeriksaan dan pengetatan calon penumpang tersebut sebagai upaya antisipasi pascateror bom yang terjadi di beberapa tempat di Surabaya dan Tanah Air," ujar Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Supriyanto, di Madiun, Kamis (17/5/2018).

Menurut dia, pengetatan pengawasan penumpang dan pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan alat pendeteksi logam atau metal detector terhadap semua calon penumpang yang hendak memasuki peron atau boarding.

Selain menggunakan metal detector, pengetatan juga dilakukan dengan mengerahkan seluruh personel keamanan yang ada, untuk melakukan pemeriksaan yang lebih intensif dari biasanya.

"Ini merupakan langkah antisipasi yang dilakukan PT KAI, karena sarana dan prasarana perkeretaapian merupakan objek vital nasional yang penggunaannya banyak diminati masyarakat," tuturnya.

Supriyano menambahkan, pengetatan pemeriksaan penumpang juga mendasar dari instruksi Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjenka) Kementerian Perhubungan tertanggal 14 Mei 2018 tentang Kewaspadaan Terhadap Ancaman Gangguan Keamanan dan Keselamatan Kereta Api.

Pihaknya berharap, upaya tersebut bisa memberi rasa aman bagi para pengguna jasa kereta api dan lebih mengoptimalkan pengamanan yang ada.

Para penumpang juga dituntut untuk peka dan waspada. 

Jika melihat ada hal yang mencurigakan, hendaknya segera melapor ke petugas.

Hal itu mengingat kewaspadaan tidak hanya harus dilakukan oleh petugas, namun juga merupakan tanggung jawab bersama antara petugas dengan seluruh masyarakat.

"Seluruh penumpang kereta api diminta ikut peduli akan keamanan dan keselamatan bersama, dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap hal-hal yang mencurigakan," katanya.
 

Sumber: ANTARA

Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Daerah

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari