Kata Pengamat soal Kemungkinan Prabowo Ragu 'Nyapres' lagi
berita
Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
RILIS.ID, Jakarta— Seluruh kader Partai Gerindra, dari daerah sampai pusat, mendorong Ketua Umum Prabowo Subianto segera mendeklarasikan diri sebagai calon presiden (Capres) pada 2019. Namun, saat didaulat lewat deklarasi, Prabowo justru tak hadir, bahkan hingga dua kali. 

Apakah Prabowo ragu 'nyapres' untuk ketiga kalinya, sehingga waktu pendeklarasiannya mundur?

"Prabowo masih menunggu momentum," ujar pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Raharja Jati kepada rilis.id di Jakarta, Selasa (13/3/2013).

Hal yang sama, lanjut Wasisto, sebetulnya dilakukan lebih dulu oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ketika menyatakan Joko Widodo sebagai capres pada Rapimnas III di Bali, Jumat (23/2). Di mana, sebagai parpol pendukung utama, justru PDIP paling buncit mengajukan kembali Jokowi sebagai presiden.

"Jokowi dideklarasikan jadi capres PDIP kan berkaitan dengan momentum semakin tinggi elektabilitas beliau. Ini yang sekiranya dilakukan PDIP untuk menyugestikan publik bahwa Jokowi adalah sosok yang tepat," terang dia.

"Nah, Prabowo ini kan masih menunggu momentum yang tepat, sekiranya beliau jadi capres. Karena belum ada momentum yang tepat, jadi ini masih mundur menentukan deklarasinya," tandas Wasisto.

Diketahui, pada Minggu (11/3), DPD Gerindra DKI Jakarta mendeklarasikan Prabowo Subianto jadi capres Gerindra. Deklarasi ini dibacakan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik di Lapangan Arcici, Rawasari, Jakarta Pusat.

Namun sang jagoan tak datang ke acara ini, diwakili Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Sehari kemudian, pada Senin (12/3), giliran pengurus 34 DPD Gerindra mendeklarasikan Prabowo sebagai capres di Hotel DoubleTree Cikini, Jakarta Pusat. Lagi-lagi tak ada Prabowo di deklarasi ini, hanya ada pengurus DPD Gerindra dan beberapa pengurus DPP, seperti Wasekjen Andre Rosiade, Ketua DPP Habiburokhman, serta Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi Gerindra Prasetyo Hadi.

Sebelumnya, muncul ide agar Prabowo menjadi king maker saja pada Pilpres 2019 mendatang, seperti halnya Megawati Soekarnoputri, ataupun Susilo Bambang Yudhoyono.

Editor: Eroby JF

Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari