Kelemahan Pidato 'Games of Thrones' dalam Pandangan Fadli Zon
berita
Wakil Ketua DPR Fadli Zon. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku terganggu dengan bagian dari pernyataan Presiden Jokowi dalam pidato di hadapan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bali. Pangkal masalah adalah kalimat, "kami bergantung pada Bapak Ibu semuanya, para pembuat kebijakan moneter dan fiskal dunia untuk menjaga komitmen kerja sama global."

"Selain analogi 'Games of Thrones' tak relevan dengan situasi saat ini, jika disimak baik-baik, pidato Presiden Jokowi di forum IMF-World Bank Annual Meeting kemarin, justru menunjukkan ekonomi Indonesia itu lemah di tengah tantangan ekonomi global saat ini. Jika demikian, apa yang patut diapresiasi dari pidato tersebut?" kata Fadli dalam pernyataan yang disampaikan kepada wartawan, Sabtu (13/10/2018).

"Setidaknya, ada dua hal yang menjadi pertimbangan saya, menilai pidato Presiden kemarin tak punya substansi penting bagi bangsa kita di hadapan IMF," tambahnya.

Pidato  Presiden  Jokowi di forum IMF, kata Fadli, menyiratkan kecemasan  akut. Sangat disayangkan di forum tersebut, sikap mental yang dipertontonkan Presiden justru mental inferior. Di sisi lain, pidato  tersebut justru  menunjukkan pemerintah Indonesia sedang  tak  percaya  diri  dengan  arah  kebijakannya dalam mengatasi kondisi rupiah yang terus terdepresiasi.

"Sejak rupiah menembus angka 14.000 per dolar, kami sudah mengingatkan agar pemerintah menghentikan  drama rupiah  baik-baik  saja.  Kebobrokan ekonomi jangan ditutup-tutupi. Sekarang, ketika rupiah  semakin terdepresiasi dan tak  dapat  ditutup-tutupi lagi, pemerintah justru mengeluhkannya kepada IMF," ujar Wakil Ketua DPR ini.

Kedua, lanjut Fadli, sebagai tuan rumah seharusnya kritik terhadap IMF yang  pernah disampaikan Presiden Jokowi di  2015 dalam momen peringatan Konferensi Asia-Afrika, dapat  disampaikan  langsung dalam forum  tersebut. Di depan IMF dan para petingginya. Isu ketidakadilan global, ketimpangan, serta  kritikan Indonesia atas dominasi negara-negara besar  dalam arsitek  keuangan  global, mestinya  kembali disuarakan.

"Jika itu yang kemarin disampaikan, pidato Presiden patut kita apresiasi," ujarnya.



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari