Ketimbang Urusi Reuni Akbar 212, MUI Diminta Keluarkan Fatwa soal Sukmawati
berita
Sekjen Korlabi, Novel Bamukmin. FOTO: Tribunnews.com
RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Jenderal Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi), Novel Bamukmin, meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk fokus mengeluarkan fatwa-fatwa keagamaan ketimbang mengurusi rencana Reuni Akbar 212. 

Termasuk, kata Novel, kasus Sukmawati Soekarnoputri yang hingga kini belum ada fatwanya terkait pernyataannya yang membandingkan Presiden ke-1 RI, Sukarno dengan Nabi Muhammad SAW. 

"Dan saya selaku pelapor pertama Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) dan juga mendampingi pelapor pertama Sukmawati yang telah diduga kuat menghina agama dengan membandingkan Alquran dengan Pancasila juga membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Sukarno. 
Untuk itu, MUI Fokus saja mengeluarkan fatwa atau sikap keagamaan secara resmi atau tertulis sebagai ketegasan MUI," kata Novel kepada rilis.id, Selasa (26/11/2019). 

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu kemudian menyinggung soal posisi Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang hingga kini masih menjadi Ketua MUI nonaktif. Dirinya khawatir, posisi Ma'ruf Amin itu turut mempengaruhi MUI dalam mengambil sikap. 

"Segera MUI jangan terkontaminasi dengan Ketua MUI yang tidak mau mengundurkan diri yang dikhawatirkan dengan jabatan politiknya, Kiai Ma'ruf Amin diduga ingin mengintervensi MUI tidak mengeluarkan fatwa atau sikap keagamaannya terhadap Sukmawati, malah mengurusi reuni," ujarnya. 

Pria yang akrab disapa Habib Novel itu mengaku kecewa terhadap kasus Sukmawati pertama terkait membandingkan azan dengan kidung dan cadar dengan konde yang berakhir. Dirinya menduga, ada peran MUI dalam proses penghentian kasus tersebut. 

"Kasus Sukmawati yang pertama itu telah kandas di-SP3 yang disinyalir MUI terlibat karena tidak mengeluarkan sikap yang tegas terhadap Sukmawati yang ketika membandingkan azan dengan kidung dan cadar dengan konde," tandasnya. 



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari