Kominfo Dorong Anak Muda Berbisnis Lewat Platform Digital
berita
UMKM, Suasana pedagang berjualan di trotoar kawasan Jalan Kramat Raya, Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria
RILIS.ID, Jakarta — Pemerintah khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong kalangan milenial untuk berbisnis lewat platform digital. Bonus demografi dan infrastruktur teknologi dinilai sangat mendukung pengembangan bisnis tersebut di Indonesia.

Demikian salah satu poin dalam diskusi webinar bertajuk "Mendorong Generasi Milenial Berbisnis melalui Platform Digital” yang digelar Ditjen IKP Kemkominfo RI, Kamis (1/10/2020).

Tampil sebagai pembicara dalam diskusi yang melibatkan peserta 150 orang itu masing-masing Septriana Tangkary (Direktur IKPM, Ditjen IKP  Kemkominfo), Hillary Brigitta Lasut, SH., LL.M. (anggota Komisi I DPR RI), Rosarita Niken Widiastuti (Sekjen Kemkominfo) dan Lathifa Al Anshori, MA (Tenaga Ahli Menteri Kemkominfo).

Septriana dalam sambutannya mengatakan, kementeriannya terus Mendorong generasi milenial untuk berbisnis secara digital. Saat ini ada sekira 60 juta UMKM, sementara yang sudah masuk digital baru 9,4 juta.

"Untuk mendorong program ini, Kemkominfo tidak bisa bekerja sendiri melainkan harus bekerja sama dengan pihak lain seperti Komisi I DPR," ujarnya. 

Hillary menimpali, untuk saat ini dan ke depan bisnis digital terutama untuk kelompok milenial menjadi keniscayaan. Selain karena infrastruktur teknologi sudah mendukung, juga sangat murah.

"Lihat saja media sosial sudah menjadi tempat berbisnis," kata politisi muda NasDem ini.

Menurut Hillary, generasi milenial menjadi kunci dalam bisnis digital di Indonesia. Selain karena bonus demografi mereka juga sangat melek internet.

"Bisnis Digital menjadi peluang milenial di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar)," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Niken menyebutkan bahwa Kominfo terus menjaring talenta-talenta muda dari seluruh Indonesia untuk mengangkat startup menjadi unicorn dan decacorn baru.

"Dalam program 1.000 startup kami baru menjaring 250 startup dan ini masih sangat terbuka untuk yang lainnya," ujar Niken.

Niken mencontohkan, aplikasi Gojek yang awalnya bermula dari startup kemudian menjadi unicorn dan sekarang sudah menjadi decacorn.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari