KPK Ungkap Kerja Sama dalam Keluarga untuk Korupsi
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.
RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga istri dan keponakan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud berperan sebagai penampung uang suap. Oleh karenanya keduanya ditetapkan sebagai tersangka bersama Dirwan.

Keduanya yakni, istri Dirwan, Hendrati dan keponakan Dirwan, Nursilawati. 

Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Hendrati selaku istri dan Nursilawati selaku keponakan yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi di Dinas Kesehatan Pemkab Bengkulu Selatan memegang uang suap dari Juhari, kontraktor di Bengkulu Selatan. 

Basaria Pandjaitan mengatakan, bahwa Dirwan berpesan kepada Juhari mengenai penyerahan uang itu.

"Informasinya, bupati bilang uang jangan diserahkan ke saya, tapi serahkan ke HEN atau NUR," ujar Basaria, Kamis (17/8/2018).

Hingga kemudian berlanjutlah pada 12 Mei 2018 di mana Juhari menyerahkan uang Rp23 juta kepada Nursilawati. Uang tersebut kemudian diserahkan kepada Hendrati. 

Disusul pada 15 Mei 2018, Juhari menyerahkan uang Rp 75 juta kepada Nursilawati di kediaman Hendrati.

Dari pola yang Dirwan lakukan, Basaria menyebut ada kerjasama keluarga untuk melakukan korupsi. Ia mengatakan, KPK sudah berulang kali melakukan pencegahan baik itu di tingkat keluarga, anak dan perempuan. Namun menurutnya kembali lagi ke perilaku yang bersangkutan.

"Tergantung pada orang. Kalau kita sudah ingatkan sampai bulukan kalau masuk kuping kanan keluar kuping kiri sama juga. Tapi tetap kita harus lakukan pencegahan," tegasnya.

Editor: Sukardjito

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari