Lakukan Efisiensi, Kemenhub Ubah Belanja Barang Jadi Modal
berita
Gedung Kementerian Perhubungan Jakarta. FOTO: Suara.com
RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan efisiensi anggaran untuk infrastruktur dengan mengubah belanja barang menjadi belanja modal.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub, Djoko Sasono, hal itu lumrah dilakukan untuk menyiasati keterbatasan anggaran negara. 

"Pola ini juga sudah sesuai arahan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Selain itu, kita juga mendorong peran BUMN," katanya saat diskusi di kawasan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat, (10/8/2018). 

Dia menjelaskan, Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah pulau yang sangat dan terkonektivitas dengan tingkat keselamatan yang tinggi. Hal itu, menurutnya, yang membuat anggaran infrastruktur menjadi besar. 

"Kebutuhan anggaran untuk infrastruktur hampir Rp370 triliun. Tapi yang tersedia sampai 2019 hanya ada sekitar Rp250 triliun. Atas kondisi ini, kita harus mencari cara-cara lain yang tidak membebankan," jelasnya. 

Djoko mengaku, Kemenhub belajar mengenai skema-skema yang baru di proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada semua sektor, di antaranya laut, darat dan udara. 

"Contohnya transportasi laut, Pelabuhan Anggrek di Sulteng dan Bau-Bau di Sultra, dan lainnya. Ini cara-cara yang kita lakukan. Tidak jauh berbeda juga dengan Kementerian PUPR," ungkap dia. 

Dia berharap, kehadiran kompetensi dalam negeri menjadi hal yang utama. Menurutnya, Kemenhub tak akan pernah berhenti untuk terus melakukan efisiensi.

"Kebutuhan tidak tercukupi, membuat kita untuk mencari skema-skema lain yang memang sesuai dengan peraturan yang ada," tandasnya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari