Lukman Edy: Sosialisasi Politik Uang Kurang
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketua Pansus RUU Pemilu, Lukman Edy risau dengan rendahnya sosialisasi KPU, Bawaslu dan Sentra Gakkumdu soal anti politik uang dan sanksi yang mengaturnya.

"Saya risau dengan rendahnya sosialisasi anti politik uang dan sanksinya baik oleh KPU, Bawaslu dan Sentra Gakkumdu menjelang Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019. Padahal, banyak sekali ketentuan yang mengatur, baik di UU Pilkada maupun UU Pemilu," ujar Lukman Edy dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/5/2018).

Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu menilai, KPU selama ini hanya fokus pada sosialisasi pelaksanaan Pilkada 27 Juni dan partisipasi pemilih.

"KPU hanya fokus di peningkatan partisipasi pemilih. Sementara Bawaslu dan Sentra Gakkumdu sosialisasi anti hoaks yang ada di sosial media. Sementara pengaruhnya hanya 10 hingga 15 persen. Hampir sama sekali tidak ada sosialisasi tentang anti politik uang dan sanksinya," tambah Lukman.

Mantan Menteri PDT era SBY ini, menyarankan pada ketiga badan pemilu tersebut untuk fokus selama 1,5 bulan ke depan untuk fokus memaksimalkan antisipasi kemungkinan politik uang.

"Sebaiknya KPU, Bawaslu dan Sentra Gakkumdu maksimalkan sosialisasi dan menyusun petugas yang bergerak untuk mencegah kemungkinan politik uang. Karena, politik uang itu merusak konsolidasi demokrasi, kejahatan pemilu dan akhirnya adalah rendahnya tingkat keberhasilan penyelenggaraan pemilu," pungkas Lukman.

Editor: Kurniati

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari