Mahfud: Pejabat yang Lindungi Djoko Tjandra Harus Dipidanakan
berita
Menkopolhukam Mahfud MD. FOTO: Humas Kemenkopolhukam
RILIS.ID, Jakarta— Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, menegaskan, para pejabat yang melindungi buron kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra, harus siap dipidanakan. 

Mahfud memastikan, pemerintah akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas. 

"Pejabat-pejabat yang melindungi (Djoko Tjandra) harus siap dipidanakan. Kita harus kawal ini," kata Mahfud melalui akun Twitternya, Sabtu (1/8/2020). 

Mahfud menyoroti soal vonis yang sepantasnya diberikan atas sepak terjang Djoko Tjandra. Menurutnya, Djoko Tjandra harus diberi hukuman baru yang lebih lama. 

"Djoko Tjandra tidak hanya harus menghuni penjara dua tahun. Karena tingkahnya, dia bisa diberi hukuman-hukuman baru yang jauh lebih lama," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Selain korupsi, Mahfud kemudian menyebutkan tindak pidana yang dilakukan Djoko Tjandra, antara lain penggunaan surat palsu dan penyuapan kepada pejabat yang melindunginya.

Sebagaimana diketahui, Djoko Tjandra, terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali yang telah menghilang dan buron sejak awal 2000-an itu dibekuk saat bersembunyi di Malaysia, Kamis (30/7/2020) malam.

Selama ini, Djoko Tjandra diketahui bebas keluar masuk Indonesia karena diduga mendapatkan keleluasaan dari oknum aparat penegak hukum yang berkonspirasi dengannya.

Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetio, sebagai tersangka atas dugaan keterlibatannya dalam kasus perbantuan pelarian Djoko Tjandra.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari