Ngeri! Usai Wakil Menteri, Kini Wakil Presiden Iran pun Positif Virus Corona
berita
Ilustrasi virus Corona. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.
RILIS.ID, Jakarta— Penyebaran wabah penyakit virus corona di Iran kian mengkhawatirkan. Pasalnya, setelah Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, pejabat tinggi lain di negara tersebut kembali dikabarkan terinfeksi virus corona (COVID-19). 

Kali ini menimpa Wakil Presiden Iran untuk Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar.

Selain Masoumeh dan Iraj, beberapa petinggi lain juga dikabarkan positif terinfeksi COVID-19. Pejabat tersebut terdiri dari anggota parlemen Mojtaba Zolnour, Mahmoud Sadeghi, Walikota Morteza Rahmanzadeh, kepala tim penanganan virus corona Mohamad Reza Ghadir, dan mantan duta Iran untuk Vatikan Hadi Khosroshahi.

Dikutip dari Independent, media pemerintah Iran melaporkan Hadi Khosroshahi telah meninggal dunia di usia 81 tahun akibat virus.

Bahkan sampai Kamis (28/2/2020), Iran melaporkan sudah ada 254 kasus virus corona yang terkonfirmasi dan 26 di antaranya meninggal dunia. Jumlah tersebut juga termasuk dari peningkatan 106 baru dalam waktu 24 jam.

Hingga saat ini, COVID-19 telah menyebabkan 83 kasus di beberapa belahan dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menegaskan, jumlah kasus yang baru terjadi belakangan ini lebih banyak datang dari luar negara Cina. 

Disamping itu, Selandia Baru mengonfirmasi kasus pertama virus corona di negaranya pada Jumat (28/2/2020).

Pasien tersebut diketahui datang dari Iran dan melakukan perjalanan ke Auckland melalui Bali, dan dikonfirmasi positif virus corona Covid-19.

Pejabat kesehatan mengatakan bahwa pasien berusia 60 tahunan dan tengah dirawat di Rumah Sakit Kota Auckland.

"Kondisinya membaik di isolasi, di sebuah ruangan bertekanan negatif untuk mencegah penyebaran penyakit," kata Departemen Kesehatan dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip The Guardian. 

Kementerian Indonesia pun tengah menelusuri apakah pasien tersebut hanya transit di bandara Bali atau sempat melakukan kunjungan ke daerah Pulau Dewata. Hal ini untuk memastikan asal penyakit yang menimpa WN Selandia Baru tersebut. 



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Dunia



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari