Pakar Hukum Ini Desak KPK Tersangkakan Kelompok Boediono
berita
Mantan Wapres Boediono. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
RILIS.ID, Jakarta— Pakar Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Muzakir heran atas sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belum juga menetapkan Boediono dan kelompoknya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana talangan Bank Century. Padahal, sudah terang benderang dalam amar putusan bahwa Budi Mulya melakukan korupsi bersama-sama dengan pihak lain.

"Dengan adanya putusan ini menunjukkan bahwa kalau ada tindak pidana bersama-sama dilakukan dengan orang lain lalu yang sudah ditetapkan tersangka dan sudah dihukum. Maka mestinya orang lain yang melakukan bersama-sama itu juga dinyatakan tersangka dan diproses secara hukum juga," katanya kepada rilis.id, Jakarta, Minggu (15/4/2018).

Ia pun menilai, dalam suatu keputusan apalagi hal itu menyangkut dengan kebijakan maka tidak mungkin Budi Mulya melakukannya seorang diri. Menurutnya, sudah pasti ada pihak-pihak lain yang ikut bersama-sama memuluskannya. Oleh karenanya praperadilan menjadi sah saja memerintahkan KPK untuk menetapkan Boediono sebagai tersangka baru.

"Iya karena sudah tampak terang dilakukan secara bersama-sama. Itu bersama-sama dalam proses pengambilan keputusan untuk mencairkan dana Bank Century itu kan gitu. Kalau dia sendiri nggak bakal bisa," ungkapnya.

Sebelumnya, Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait kasus dugaan korupsi dana talangan/bailout Bank Century‎.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya akan menyerahkan salinan putusan praperadilan dari PN Jaksel kepada KPK secepatnya. Ia pun berharap agar KPK segera menuntaskan kasus ini dengan menetapkan tersangka baru.

"Atas dikabulkannya gugatan praperadilan yang diajukan MAKI lawan KPK dalam kasus korupsi Century, maka tidak ada alasan lagi KPK untuk tidak menetapkan tersangka baru dalam kasus Century," jelas Boyamin di Jakarta.

Dalam kasus ini setelah terdakwa Budi Mulya divonis bersalah sejak dua tahun lalu dalam perkara Century, hingga kini KPK belum menetapkan tersangka baru. MAKI kemudian mengajukan gugatan praperadilan melawan KPK terkait kasus Century hingga tiga kali agar KPK menetapkan tersangka baru.

Perkara ini memang kerap menyeret beberapa nama pejabat penting negara kala itu. Seperti pernah disebut dalam dakwaan Budi Mulya, mereka di antaranya ‎Boediono, Muliaman D Hadad, Hartadi, Miranda Goeltom dan Raden Pardede.

Editor: Yayat R Cipasang

Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari