Pembelajaran Lewat Daring Disebut Sudah Jadi Kebutuhan
berita
FOTO: Istimewa
RILIS.ID, Jakarta— Pembelajaran lewat daring sudah menjadi kenicayaan dan kebutuhan. Pandemi COVID-19 menjadi momentum untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan pembelajaran secara online khususnya bagi mahasiswa dan siswa keagamaan.

Pernyataan itu menjadi salah satu kesimpulan diskusi webinar bertajuk Optimalisasi Teknologi Informasi di Masa Pandemi bagi Mahasiswa dan Tenaga Pendidik Madrasah, Selasa (29/9/2020).

Tampil sebagai pemateri masing-masing Prof. Dr. Suyitno, M.Pd (Direktur PTKI Kemenag RI), Nurhadi, S.Pd (Anggota DPR RI), Prof. Dr. Widodo Muktiyo (Dirjen IKP, Kementerian Kominfo RI) dan Chepy Aprianto, S.Pd.I (Mantan Guru Honorer/Pakar Komunikasi).

"Pembelajaran dengan teknologi informasi  sudah menjadi kebutuhan dan keniscayaan," kata Suyitno.

Dari hasil survei juga menurut Suyitno, mahasiswa dan siswa madrasah sekira 88 persen menyatakan senang dengan pembelajaran online. Namun, Suyitno tidak menampik bahwa pembajaran lewat daring juga memiliki kelemahan.

"Jaringan internet yang tidak stabil dan dosen atau guru madrasah yang tidak interaktif di antaranya kelamahan yang sering kita alami," ujarnya.

Nuradi juga mengamini kelemahan yang disebutkan Suyitno. Khusus untuk tenaga pendidik, Nuradi mendorong dosen dan guru untuk melek teknologi, inovatif dan adaptif.

"Dalam rapat dengan Menteri Agama kami Komisi VIII telah menyetujui anggaran Rp 3,8 triliun untuk dana pembelajaran jarak jauh ini," ujar Nuradi.

"Termasuk di dalamnya dana untuk kuota dosen, guru dan siswa serta BLT," lanjutnya.

Dana tersebut juga akan digelontorkan untuk guru-guru non PNS.

Para seserta diskusi merespons gembira rencana bantuan tersebut terutama BLT. Mereka berharap bantuan tersebut tepat sasaran dan dapat segera dicairkan.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari