Penjelasan Anies soal Rekor Positif COVID-19 Jakarta yang Capai 548 Orang
berita
Anies Baswedan bersepeda. FOTO: RILIS.ID/Fajar Alim Mutaqin
RILIS.ID, Jakarta— Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kasus paparan COVID-19 di Jakarta pada Rabu ini bertambah hingga 584 orang atau memecahkan rekor pertambahan kasus terbanyak sebelumnya sebanyak 473 kasus pada Senin (27/7/2020).

"Setiap hari kita mendengar kasus baru di Jakarta dan hari ini angkanya agak besar di atas 400 kasus. Nanti diumumkan sore ini jumlah persisnya, kita akan ada 584 kasus baru," kata Anies dalam sambutan rapat virtual membahas salat Idul Adha dan kurban dalam masa pandemi, di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, paparan COVID-19 di Jakarta bisa tinggi karena sejak awal Juni 2020, Pemprov DKI Jakarta telah aktif melakukan pencarian kasus baru (active case finding), baik lewat pelacakan (tracing) kepada orang yang pernah kontak fisik dengan pasien positif dan berada di zona merah COVID-19.

"Jakarta mengambil strategi mencari orang yang terpapar, lalu diisolasi untuk diputus mata rantainya. Kalau Jakarta hanya ingin angkanya kecil, maka Pemprov DKI tidak perlu melakukan testing, dijamin angka kasus COVID-19 langsung turun," ucapnya.

Dia menyebut, upaya pencarian kasus baru dilakukan karena wabah COVID-19 belum mereda. Justru pemerintah daerah bisa salah mengambil langkah, bilamana wabah tetap muncul namun pengetesan dikurangi.

"Saya jelaskan bahwa yang dikerjakan Pemprov DKI adalah mengetes sebanyak mungkin, mencari yang positif. Kalau dia OTG (orang tanpa gejala) dia diisolasi mandiri, tapi kalau memiliki gejala atau beresiko dia akan diminta isolasi di rumah sakit. Kemudian di Jakarta ini secara aturan dan secara target tes itu minimal dilakukan kepada 10.000 orang per minggu. Tapi kami di Jakarta dalam satu pekan terakhir ini saja sudah 43 ribu per minggu," ujarnya.

Dia menegaskan, dari pengetesan terhadap 43 ribu orang per minggu itu, sebanyak 6,3 persen dinyatakan positif dan apabila petugas kesehatan tidak aktif melacak kasus itu. Anies yakin angka penularannya makin meningkat tajam.

"Kami berharap semuanya bantu ikut menjelaskan bahwa angka positif yang ditemukan di Jakarta harus disyukuri, kalau mereka tidak ketemu maka mereka menularkan kepada yang lain," ucapnya.

Anies tak bisa membayangkan bila pasien positif berkategori OTG, mereka akan menularkan virus kepada kerabat, kolega, hingga keluarganya di rumah. Virus ini bahkan makin mengganas bila menyerang orang lansia dan memiliki riwayat penyakit bawaan atau akut.

"Dengan orang ini ketemu, maka dia bisa mencegah dirinya menularkan ke orang lain. Saya selalu sampaikan kalau ada angka positif harus kita syukuri bisa ketahuan," ucapnya.

Sumber: ANTARA

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Daerah

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari