'Perang' Data Pangan, Presiden Diminta Turun Tangan
berita
Pekerja mengangkut beras di Gudang Pasar Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (26/7/2017). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi, meminta Presiden Joko Widodo turun tangan untuk membenahi, menertibkan, mengevaluasi, serta mengendalikan data dan pangan secara langsung. Soalnya, koordinasi oleh Kementerian Koordinator Bidang (Kemenko) Perekonomian belum berhasil dan tak berjalan maksimal.

"Jika langsung di bawah pengawasan Presiden secara langsung dan intensif, akan mempercepat fungsi koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kebijakan antarkementerian yang berwenang di bidang pangan. Sehingga, akan menciptakan kebijakan satu pintu melalui data pangan yang valid dan akurat," ujarnya via siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Dengan begitu, tambah Viva, Presiden dapat menepis kecurigaan, praduga, dan pikiran negatif dari sebagian masyarakat dan pelaku usaha terkait "pertarungan kebijakan impor pangan" antarkementerian.

Baca: Impor Beras Lagi, Pemerintah Diminta Jujur soal Data Pangan

Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan, persoalan pangan tak boleh masuk ranah politik. Alasannya, ketersediaan, keterjangkauan, keamanan, dan kesehatan pangan merupakan hajat hidup orang banyak dan menjadi tugas pemerintah. "Sesuai Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan," jelasnya.

Di sisi lain, Viva meminta Jokowi menerbitkan regulasi soal pembentukan Badan Pangan Nasional, sebagaimana amanat UU Pangan. Lembaga itu seharusnya paling lambat dibentuk November 2015.

"Karena dengan lahirnya BPN ini, akan merestrukturisasi sistem, mekanisme, dan tata niaga pangan nasional," terangnya.

Kendati begitu, dirinya berkeyakinan, Indonesia bakal menjadi lumbung pangan dunia, lantaran menjadi negara tropis dan kaya akan flora-fauna. Syaratnya, tutup Viva, "Kekayaan Indonesia harus dikelola dengan benar, integratif, lestari, dan melibatkan partisipasi rakyat Indonesia."

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari